Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Setelah kecewa diberi angin surga oleh pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap menaruh harapan kepada pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk mengembangkan industri keuangan syariah.
" Di tahun 2008, Pak SBY menyatakan ingin menjadi pusat keuangan syariah dunia. Dulu, kita pikir bakal ada MIFC (Malaysia International Islamic Financial Centre), tapi kita tunggu-tunggu tidak ada. Sampai term dua beliau ngomong itu lagi, tapi tidak ada juga sampai sekarang," keluh Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pengawasan Perbankan I Mulya E Siregar di Jakarta, Selasa kemarin.
Mulya berharap terdapat sebuah lembaga yang mengintegrasikan kementerian-kementerian dengan keuangan syariah seperti yang dilakukan di negara-negara yang memiliki industri keuangan syariah yang kuat.
" Di negara-negara yang cepat perkembangan syariahnya seperti Malaysia, Bahrain, UAE, rata-rata dukungan pemerintahnya tinggi, begitu juga Inggris," tegasnya.
Bahkan di Malaysia, Negeri Jiran ini memiliki badan khusus bernama MIFC. Lembaga ini disokong 9 kementerian dan bank sentral yang saling mendukung.
" Di Inggris juga mulai membangun keuangan syariah yang terintegrasi dengan adanya Islamic Finance Task Force," tambahnya.
Menurut Mulya, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memang kini tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan memasukkan masterplan keuangan syariah.
" Bappenas mulai buat masterplan keuangan syariah, ini masuk RPJMN kerjasama IDB. Jika sudah masuk maka bisa cepat membangun keuangan syariah di Indonesia," tandasnya
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya