Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Tekanan aksi jual jelang sesi penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tak cukup kuat untuk menyeret indeks saham ke zona merah. Indeks saham justru percaya diri menutup perdagangan di teritori positif.
Tak hanya itu, pemodal asing yan telah melepas kepemilikan sahamnya di BEI dalam 10 hari terakhir juga mulai kembali mencatatkan nett buy. Hingga sesi paska penutupan perdagangan BEI, nett buy asing tercatat mencapai Rp 104,43 miliar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 32,7 poin (0,65%) ke level 5.032,84.
IHSG sebetulnya sempat menyentuh level tertinggi 5.048,22. Namun aksi jual jelang penutupan membuat IHSG sedikit mengalami koreksi.
Menguatnya harga saham dari 215 emiten membawa IHSG menutup perdagangan di zona positif untuk dua hari berturut-turut. Kemarin, IHSG baru saja kembali masuk level 5.000.
Aksi pelaku pasar yang ekstra hati-hati dalam bertransaksi membuat perputaran uang hanya mencapai Rp 4,48 triliun. Sebanyak 52,91 juta saham diperdagangan pelaku pasar.
Seluruh sektor saham kali ini kompak bergerak di zona hijau. Penguatan tertinggi dialami emiten sektor industri dasar yang menguat 1,91 persen, diikuti properti 1,56 persen, dan industri aneka 1,04 persen.
Bertahannya IHSG di zona hijau juga berdampak pada menguatnya indeks saham syariah di lantai bursa Tanah Air.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,35 poin (0,84%) ke lebel 162,91. Menguatnya harga saham dari 142 emiten cukup kuat mempertahankan ISSI di zona hijau.
Berbeda dengan IHSG, indeks ISSI justru sempat kembali menyentuh zona merah. ISSI terpeleset ke level terendah di 161,53 sebelum akhirnya diselamatkan aksi beli pelaku pasar.
Sebanyak 35,45 juta saham diperdagangkan pelaku pasar. Dari aksi jual beli ini tercipta perputaran uang hingga Rp 3,04 triliun.
Kenaiakn signifikan justru dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Sempat melemah ke 664,22, indeks JII akhirnya menutup perdagangan dengan menguat 5,89 poin (0,89%) ke level 671,00.
Naiknya harga saham dari 21 emiten dikala 8 lainnya melemah, sudah cukup mempertahankan JII di zona hijau.
Menghijaunya bursa saham deomstik terjadi di tengah laju indeks saham utama Asia yang bergerak variatif. Nikkei Jepang dan Strait Times tercatat melemah 0,67 persen dan 0,28 persen.
Sementara Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea Selatan bergerak menguat 0,46 persen dan 0,23 ersen.
Kurs rupiah juga sudah mulai menunjukan penguatan setelah cadangan devisa Indonesia relatif bergerak stabil. Rupiah sore ini menguat 48 poin (0,39%) menjadi 12.163 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya