Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia kembali membuka perdagangan di zona hijau. Minimnya sinyal positif dari kawasan global dan regional membuat laju penguatan sedikit terbatas.
Pada pra-pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat 17,01 poin (0,34%) ke level 5.017.15.
IHSG masih mampu bertahan di zona hijau pada sesi pembukaan kendati dengan laju penguatan yang mulai berkurang. Indeks menguat 16,92 poin (0,34%) ke level 5.017,05.
Gerak harga saham kali ini didominasi oleh laju positif dari 27 emiten di BEI, sementara 4 lainnya melemah.
Sebanyak 49.872 lembar saham telah ditransaksikan pelaku pasar dengan perputaran uang mencapai Rp 24,79 miliar
Melaju IHSG di zona hijau ikut menyebar ke jajaran indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat 0,38 poin (0,24%) ke level 161,94. Di sesi pembukaan, ISSI relatif bergerak stagnan.
Sebanyak 21 emiten syariah tercatat bergerak naik sementara 3 lainnya melemah. Transaksi perdagangan melibatkan 36.732 lembar dengan nilai Rp 12,09 miliar.
Di jajaran saham bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat 1,95 poin (0,29%) ke level 667,07.
Namun penguatan indeks JII di sesi pembukaan sedikit melemah 1,91 poin (0,29%) ke level 667,02
Dari kawasan Asia, Indeks bursa saham utama di kawasan Asia bergerak melemah. Indeks Hang Seng memimpin laju pelemahan usai terkoreksi 0,16 persen diikuti Strait Times 0,11 persen dan Nikkei 0,07 persen.
Sama seperti kemarin, pemodal asing juga mulai berakrobat di awal perdagangan dengan mencetak nett buy Rp 16,26 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan, IHSG kemarin memang memberikan signal positif setelah berhasil ditutup diatas resisten pertama di 4980. " Signal positif ini, membuka potensi IHSG untuk terus bergerak naik menuju kisaran resisten 5050 - 5100," katanya.
Namun, lanjut Satrio, posisi beli, sebaiknya tetap dilakukan dengan mode buy on weakness, mengingat kondisi dari regional terlihat masih penuh dengan ketidakpastian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya