Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria Bersama Putrinya Melintas Di Kantor ICBC (themalaysianinsider.com)
Dream - Kuku-kuku bisnis Negeri Tirai Bambu, China, makin menancap kuat di Qatar. Salah satu raksasa keuangan China, The Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) yang sudah memiliki cabang di bawah Qatar Financial Centre (QFC), menyatakan ketertarikan memperdalam dan memperkuat operasinya di Qatar.
Mengutip laporan Al Sharq, ICBC menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di Qatar kepada delegasi yang dipimpin Gubernur Bank Sentral Qatar (QCB) Sheikh Abdullah bin Saud Al Thani.
Bagi China, pasar Qatar sangat menarik bagi perbankan dan perusahaan Cina yang tengah mencari investasi yang aman di wilayah ini. Sebaliknya, Qatar tertarik untuk membuka bank syariah di Cina.
Lebih dari satu bank syariah di Qatar menyatakan minat mereka untuk membuka cabang di Cina. Sayangnya, keinginan Qatar itu masih harus menunggu persetujuan otoritas Cina.
Para delegasi Qatar tersebut terdiri dari sejumlah pejabat senior dari QCB, QFC, QFC Regulatory Authority, Qatar Investment Authority, seorang wakil dari Qatar Airways dan CEO bank syariah dan perusahaan asuransi syariah yang beroperasi di Qatar.
Para pejabat tinggi Bank Qatar juga mengadakan serangkaian pertemuan dengan beberapa kepala bank Cina selama kunjungan mereka dan mendiskusikan potensi pendanaan beberapa proyek pembangunan, baik di Cina dan Qatar.
Diskusi juga mencakup kemungkinan memungkinkan Qatar untuk berinvestasi pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Cina.
Analis QNB seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Senin, 6 Oktober 2014, menilai keputusan Cina yang tengah menggalakan internasionalisasi Renminbi (RMB) adalah kesempatan bagi Qatar. Sebuah perjanjian antara QCB dan bank sentral Cina, Bank Rakyat Cina (PBC) diperbaharui pada April 2014, yang memungkinkan akses ke pasar antar bank QCB Cina daratan untuk membeli obligasi untuk cadangan devisa Qatar.
Qatar bisa mendapatkan keuntungan dari internasionalisasi RMB dengan memanfaatkan link yang sudah ada dengan Cina. Ekspor LNG Qatar ke Cina naik 35,5 persen pada tahun 2013. Ekspor LNG ke Cina akan terus melonjak. Cina juga merupakan sumber terbesar impor ke Qatar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya