Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dalam pencarian kerja, terutama pekerjaan impian, biasanya Anda telah mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya. Termasuk ketika mendatangi perusahaan untuk melakukan wawancara.
Begitu besar harapan untuk memperoleh pekerjaan itu. Namun, harapan itu tidak berlangsung lama ketika hasil wawancara diumumkan dan tidak lolos untuk mendapatkan posisi yang diinginkan itu.
Namun, penolakan itu bukan berarti Anda tidak layak untuk pekerjaan tadi. Sehingga Anda tidak harus berlama-lama menyesali kemampuan diri.
Percaya diri harus kembali dibangun untuk mempersiapkan tes lainnya demi pekerjaan impian. Berikut beberapa tips agar bisa kembali fokus mencapai impian seperti dikutip dari Emirates 247, Senin, 6 Oktober 2014.
1. Waktu untuk Introspeksi
Jika tidak mendapatkan pekerjaan, jangan sampai sedih berlarut-larut. Ambil napas panjang, dan berpikir apa yang salah sehingga mengalami kegagalan.
Mengapa Anda yang bisa dikatakan sempurna untuk mendapatkan posisi itu justru kehilangan kesempatan karena ada orang yang mengambilnya? Apakah ada kompetisi yang tidak sehat atau memang orang itu memiliki kemampuan lebih?
Namun, jika berada pada posisi yang sama dengan pesaing, pasti ada faktor keberuntungan dan tidak bisa berlama-lama menyesalinya.
2. Selalu berikan kata perpisahan
Kebanyakan orang tidak membalas surat penolakan dari pihak perusahaan. Sebaiknya membalas email itu dengan mengucapkan selamat, karena perusahaan telah menemukan orang yang terbaik yang akan bergabung dengan perusahaan itu.
Selain itu, biarkan pihak perusahaan tahu Anda bersedia bekerja sama kembali di masa yang akan datang jika masih ada posisi kosong. Jika melakukan hal ini, maka perusahaan akan menyimpan data diri dalam data base mereka.
Hal ini telah terbukti, ketika perusahaan mencari kandidat kembali maka mereka akan mencari dari data base sebelumnya.
3. Carilah dukungan
Ketika menghadapi masalah atau kesedihan, maka carilah orang yang tepat yang kira-kira dapat memberikan semangan dan pencerahan kembali.
Orang ini bisa dari keluarga, teman, atau salah seorang anggota kelompok. Kita semua membutuhkan orang untuk melampiaskan perasaan.
Orang yang mengerti Anda, tidak hanya memberi dukungan, tetapi dapat memberi tahu Anda mengenai kekurangan. Sehingga bisa melakukan yang lebih baik di masa datang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya