Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Blue Bird Go Public, Bisnis Taksi Makin Sengit?

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 3 Oktober 2014 21:01
Blue Bird Go Public, Bisnis Taksi Makin Sengit?
Sebelumnya, pengelola taksi Express telah menggelar IPO pada 2012.

Dream - Setelah menunggu lima tahun, perusahaan taksi Blue Bird akhirnya bakal merealisasikan niatnya menawarkan saham perdananya (IPO) ke publik.

PT Blue Bird berencana melepas sekitar 531.400.000 lembar saham atau sekitar 20 persen ke publik. IPO Blue Bird diperkirakan bakal menjadi salah satu bintang lantai bursa Indonesia setelah minim partisipasi emiten kakap.

Langkah Blue Bird ini juga semakin memanaskan persaingan bisnis taksi di Tanah Air. Untuk diketahui, pengelola taksi Express, PT Express Transindo Utama telah menggelar IPO pada 2012.

Presiden Direktur Blue Bird Purnomo Prawiro menjelaskan perusahaan berharap 50 persen dana segar dari bursa itu akan membantu anggaran belanja modal.

" Itu untuk menambah kendaraan dan pool taksi baru," ujar Purnomo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 3 Oktober 2014 seperti dikutip dari Merdeka.com.

Selain belanja modal, alokasi dana IPO nantinya akan digunakan sebesar 35,7 persen untuk membayar utang, dan 14,2 persen untuk modal kerja perseroan.

Blue Bird saat ini menguasai 33 persen pangsa pasar taksi di Indonesia. Rencana IPO perusahaan sebetulnya pernah diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pertengahan 2012. Akan tetapi, ambisi itu beberapa kali terganjal.

Terutama akibat adanya sengketa hukum dengan bekas anggota direksi, Mintarsih A. Latief yang menguasai perusahaan taksi Gamya. Penggugat mempermasalahkan Otoritas Jasa Keuangan yang dianggap lalai kalau sampai meloloskan Blue Bird melantai di bursa. (Ism)

Beri Komentar