Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presdir Bluebird Group Holding, Noni Purnomo (twitter.com)
Dream - Setelah menunggu lima tahun, perusahaan taksi Blue Bird akhirnya bakal merealisasikan niatnya menawarkan saham perdananya (IPO) ke publik.
PT Blue Bird berencana melepas sekitar 531.400.000 lembar saham atau sekitar 20 persen ke publik. IPO Blue Bird diperkirakan bakal menjadi salah satu bintang lantai bursa Indonesia setelah minim partisipasi emiten kakap.
Langkah Blue Bird ini juga semakin memanaskan persaingan bisnis taksi di Tanah Air. Untuk diketahui, pengelola taksi Express, PT Express Transindo Utama telah menggelar IPO pada 2012.
Presiden Direktur Blue Bird Purnomo Prawiro menjelaskan perusahaan berharap 50 persen dana segar dari bursa itu akan membantu anggaran belanja modal.
" Itu untuk menambah kendaraan dan pool taksi baru," ujar Purnomo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 3 Oktober 2014 seperti dikutip dari Merdeka.com.
Selain belanja modal, alokasi dana IPO nantinya akan digunakan sebesar 35,7 persen untuk membayar utang, dan 14,2 persen untuk modal kerja perseroan.
Blue Bird saat ini menguasai 33 persen pangsa pasar taksi di Indonesia. Rencana IPO perusahaan sebetulnya pernah diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pertengahan 2012. Akan tetapi, ambisi itu beberapa kali terganjal.
Terutama akibat adanya sengketa hukum dengan bekas anggota direksi, Mintarsih A. Latief yang menguasai perusahaan taksi Gamya. Penggugat mempermasalahkan Otoritas Jasa Keuangan yang dianggap lalai kalau sampai meloloskan Blue Bird melantai di bursa. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya