Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tanda-tanda penguatan bursa saham di sesi pagi ternyata tak sanggup bertahan sampai penutupan. Pemodal lokal terlihat gemetaran untuk masuk pasar setelah asing masih melakukan aksi jual.
Pemodal asing yang kemarin mencatat nett sell Rp 1,4 triliun memang sudah mengurangi aksinya. Sore ini asing hanya melepas saham sekitar Rp 900 miliar.
Pada sesi penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 3 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk 51,46 poin (1,03%) ke level 4949,34. IHSG akhirnya benar-benar terhempas dari level 5.000.
Terpuruknya IHSG tak terlepas dari koreksi harga saham yang dialami 242 emiten BEI. Akibatnya, penguatan harga saham dari 92 emiten seolah tak berarti.
Transaksi perdagangan saham mencapai 49,95 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 5,47 triliun.
Jelang libur akhir pekan ini, IHSG sempat membuat pelaku pasar optimis setelah dibuka menguat. Namun, sentimen aksi jual asing membuat investor dalam negeri menjadi ragu-ragu masuk pasar. IHSG bahkan sempat jatuh ke level 4.933,04.
Tercatat hanya satu sektor emiten yang mampu bergerak menghijau yaitu infrastruktur dengan kenaikan 0,73 persen. Sisanya terpuruk di zona merah dengan pelemahan tertinggi dialami emiten perdagangan 1,93 persen, keuangan 1,88 persen dan properti 1,84 persen.
Terpuruknya IHSG juga membuat dua indeks saham syariah kembali jatuh ke zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutu melemah 1,16 poin (0,72%) ke level 160,33.
Melemahnya indeks ISSI dipicu koreksi saham yang melanda 154 emiten syariah sementara hanya 55 yang bergerak naik. Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,27 triliun.
Di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 19 dari 30 emiten penghuni Jakarta Islamic Index (JII) bergerak ke zona merah. Akibatnya, indeks JII ditutup melemah 2,71 poin (0,41%) ke level 658,98.
Pelemahan bursa saham Indonesia ini bertolak belakang dengan kondisi di kawasan Asia. Indeks saham utama bursa regional justru didominasi penguatan.
Indeks Hang Seng Hong Kong yang dibuka melemah, justru bergerak ke zona hijau dengan kenaikan 0,57 persen. Sementara Nikkei Jepang menguat 0,3 persen.
Kurs rupiah juga kembali bergerak menguat 15 poin (0,12%) menjadi 12.080 per dolar AS. Melemahnya dolar AS membuat mata uang Asia banyak yang bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan pekan pertama Oktober ini, saham syariah yang mencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) adalah:
1. BALI, yang menguat 180 poin menjadi Rp 2.190 per saham
2. EXCL, yang menguat 125 poin menjadi Rp 6.255 per saham
3. DNET, yang menguat 30 poin menjadi Rp 820 per saham
4. ACES, yang menguat 25 poin menjadi Rp 845 per saham
5. FORU, yang menguat 20 poin menjadi Rp 850 per saham
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya