Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Menguat, Indeks Syariah Kembali Bangkit

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 3 Oktober 2014 09:26
Dibuka Menguat, Indeks Syariah Kembali Bangkit
Hingga 15 menit waktu perdagangan saham, laju IHSG masih terus bergerak di zona hijau.

Dream - Bursa saham Indonesia mulai melawan laju pelemahan setelah kemarin terhempas ke level 5.000. Pemodal lokal kembali melirik saham-saham pilihan yang memang telah terkoreksi cukup dalam.

Penguatan indeks bursa saham Indonesia kali ini berbanding terbalik dengan gerak bursa Jepang dan Hong Kong yang masih terpuruk di zona merah. Hang Seng tercatat melemah 1,13 persen sementara Nikkei Jepang 0,22%

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat, 3 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak menguat dengan naik 8,86 poin (0,18%) ke level 5.009,67

Kenaikan disokong oleh menguatnya harga saham dari 19 emiten sementara 13 lainnya melemah

Transaksi perdagangan saham di awal sesi ini mencapai 53,201 saham dengan nilai Rp 27,71 miliar. Pemodal asing tampaknya masih kurang yakin masuk pasar modal Indonesia dengan mencatatkan nett sell sekitar Rp 12 miliar.

Laju penguatan IHSG masih berlanjut di sesi pembukaan setelah kembali menguat 9.09 poin (0,18%) ke level 5.009,90. Hingga 15 menit waktu perdagangan saham, IHSG bahkan masih terus melaju di zona hijau.

Seluruh indeks sektor saham juga bergerak di zona hijau. Penguatan tertinggi dialami emiten sektor industri aneka 1,17 persen diikuti infrastruktur 0,57 persen dan keuangan 0,51 persen.

Laju penguatan saham juga menjalar ke dua indeks saham syariah di lantai bursa. Indeks saham syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,43 poin (0,27%) ke level 161,93.

Meski sedikit melemah di sesi pembukaan, indeks ISSI masih terus berjalan di zona hijau. ISSI mengawali sesi ini dengan menguat 0,37 poin (0,23%) ke level 161,87.

Kenaikan indeks acuan saham syariah ini ditopang oleh menguatnya harga saham dari 16 emiten syariah. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 11,61 miliar dari aksi jual beli terhadap 34.917 saham.

Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 2,81 poin (0,42%) ke level 664,51.

Di sesi pembukaan, JII kembali naik 2,36 poin (0,36%) ke 664,06. Kenaikan saham ditopang menguatnya harga saham dari 14 saham bluechips syariah sementara 11 lainnya melemah.

Menguatnya indeks bursa saham Indonesia tak terlepas dari aksi beli pemodal lokal yang melihat harga saham cukup menarik untuk dikoleksi.

Pelaku pasar kemarin memang sempat terpengaruh dengan perkembangan politik nasional yang semakin memanas. Ditambah lagi, pelaku pasar tak mendapatkan sinyal positif apapun dari dalam dan luar negeri.

Head Research Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam ulasannya menduga koreksi indeks saham kemarin terjadi karena imbas pelemahan laju sejumlah bursa saham global setelah data ekonomi AS dan Eropa menunjukan penurunan.

Kondisi ini diperburuk dengan pemberitaan negatif hasil sidang pemilihan susunan DPR.

" Meski kami mencoba mengesampingkan sentimen hasil sidang tersebut, namun secara psikologis tentu lebih mempengaruhi mood pelaku pasar untuk bertransaksi," katanya.

Pada perdagangan jelang libur akhir pekan ini, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan jika tidak ada sentimen positif dan laju bursa saham global masih melemah.

IHSG diperkirakan berada di rentang support 4988-4990 dan resisten 5050-5110.

Beri Komentar