Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa Efek Indonesia (BEI) tersungkur di tengah derasnya sentimen negatif yang melanda lantai saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat terlempar dari level 5.000.
Adanya isu kenaikan suku bunga The Federal Reserves Amerika Serikat membuat pemodal asing ramai-ramai menarik dananya dari pasar modal Indonesia. Hingga sesi penutupan, asing mencetak nett sell hingga Rp 1,4 triliun.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2014, IHSG tersungkur 140,1 poin (2,73%) ke level 5.000,80. IHSG sempat terlempar ke posisi terendah di level 4.996,96.
Koreksi dalam IHSG kali ini dipicu terpuruknya harga saham dari 316 emiten di lantai bursa efek. Pelaku pasar hanya meninggal 45 emiten di zona hijau sementara 56 lainnya stagnan.
Tercatat 44,59 juta saham diperdagangkan pelaku pasar sepanjang hari ini. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 6,37 triliun.
Derasnya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri tak ayal membuat IHSG lebih banyak menghabiskan waktu perdagangan di zona hijau. IHSG bahkan hanya mencetak level tertinggi di 5.107,11 atau lebih rendah dari penutupan kemarin di 5.140,91.
Seluruh indeks saham tak ada yang mampu melawan sentimen negatif pasar. Pelemahan tertinggi dialami emiten aneka industri yang terpangka 5.09 persen, diikuti keuangan 3,38 persen, dan industri dasar 3,08 persen.
Kondisi tak jauh berbeda dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bahkan terpangkas 4,56 poin (0,75%) ke level 161,50.
Turunnya harga saham dari 190 emiten ISSI membuat penguatan yang dialami 26 emiten lainnya menjadi tak berarti.
Pelaku pasar hari ini melakukan aksi jual beli terhadap 34,27 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 4,27 triliun.
Di jajaran saham bluechips syariah, turunnya harga saham dari 28 emiten membuat indeks Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 20,68 poin (3,03%) ke level 661,70. Indeks JII hanya meninggalkan 1 emiten di zona hijau.
Anjloknya IHSG merupakan yang terparah di antara bursa saham utama di kawasan Asia yang didominasi pelemahan. Koreksi IHSG hingga 2,73 persen masih lebih buruk dibandingkan Nikkei Jepang yang turun 2,61 persen dan Hang Seng Hong Kong 1,28 persen.
Beruntung keterpurukan IHSG ini tak menjalar ke pasar keuangan. Kurs rupiah sore ini bergerak naik 27 poin (0,22%) ke level 12.098 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya