Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kantor National Bank Of Fujairah (www.thenational.ae)
Dream - Meski beroperasi di negara mayoritas muslim, tak lantas bank-bank di Timur Tengah telah menjalankan bisnis keuangan syariah. Lihat saja, Bank Nasional Fujairah (National Bank of Fujairah/NBF) yang baru kali pertama menawarkan produk-produk perbankan syariah di Uni Emirat Arab (UEA).
Salah satu emirat di UEA tersebut berharap bisa memenuhi permintaan produk-produk keuangan Islam yang menunjukan tren meningkat di wilayah Teluk.
Bank-bank Islam di Timur Tengah dan Asia Tenggara diketahui telah tumbuh lebih cepat dari bank konvensional dalam beberapa tahun terakhir. Meski di beberapa pasar seperti Qatar marjinnya telah menyusut.
Pertumbuhan keuangan Islam juga telah menarik minat negara-negara yang secara tradisional tidak terkait dengan syariah. Minggu ini, Luxembourg bergabung dengan Inggris, Hong Kong dan Afrika Selatan dalam mengeluarkan surat utang negara syariah pertama mereka.
NBF akan menawarkan produk-produk perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah melalui jaringan cabang mereka. Dalam pernyataannya, NBF juga rencana untuk memperluas penawaran keuangan Islam kepada perbankan komersial. Namun NBF tidak merinci kapan jadwal penawaran keuangan Islam tersebut akan diperkenalkan. Yang jelas produk baru ini, diramalkan bakal diburu banyak orang.
Bisnis keuangan Syariah memang sedang gurih, diincar banyak pebisnis dan terus berkembang terutama di negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim. Bisnis dengan segmen Muslim ini menyala di berbagai sektor, dari perbankan hingga Gaya Hidup. Hijab, misalnya, sudah menempati posisi sendiri dalam dunia mode. Kian digemari banyak orang. Banyak wanita cantik memakai hijab. Bukan hanya warga biasa, hijab kini digemari oleh wanita kalangan atas. Sejumlah artis cantik bahkan memilih berhijab. Mereka merasa nyaman dan bersahaja dengan hijab itu.
Di Indonesia perkembangan bisnis dengan segmen Muslim ini juga sangat menggembirakan. Potensinya sangat besar.Indonesia bahkan masuk dalam 5 besar negara Muslim yang ekonominya paling berpotensi. Potensi itu ada di semua segmen. Dari perbankan Syariah, saham dan asuransi Syariah. Besarnya potensi bisnis itu, mendorong sejumlah pebisnis asing masuk ke negeri ini. Sebutlah, misalnya, sejumlah bank dari Malaysia yang sudah mulai mengoperasikan divisi syariahnya di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya