Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ilustrasi IHSG
Dream - Serangan sentimen negatif dari dalam dan luar membawa bursa saham Indonesia terpuruk di zona merah. Hingga 15 menit perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan terhempas dari level 5.100.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2014, IHSG langsung melemah 33,8 poin (0,66%) ke level 5.107,11. Indeks bahkan terjatuh makin dalam di sesi pembukaan dengan turun 37,21 poin (0,72%) ke level 5.103,7
Sebanyak 44 emiten yang mencetak penurunan harga menyeret IHSG masuk zona merah. Indeks tak memperoleh sokongan apapun untuk bergerak naik karena tak ada emiten yang mencetak kenaikan harga.
Transaksi perdagangan di awal sesi perdagangan ini melibatkan 136,25 ribu saham dengan perputaran uang mencapai Rp 39,05 miliar.
Pagi ini pemodal asing langsung menarik dananya di pasar modal Indonesia dengan mencatat nett sell sekitar Rp 10,35 miliar.
Adanya kabar kenaikan suku bunga The Federal Reserves membuat pemodal asing memasang posisi wait and see.
Tak hanya dari luar negeri, pemodal baik lokal maupun asing mulai sedikit khawatir dengan kondisi perpolitikan di tanah air.
Hantaman dua sentimen besar itu juga memaksa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak bisa keluar dari zona merah. ISSI dibuka melemah 1,06 poin (0,64%) ke level 165,00.
Koreksi harga saham dialami 36 emiten ISSI dan tak ada satupun emiten syariah yang bergerak di zona hijau.
Pada sesi pembukaan, indeks ISSI kembali terkoreksi 1,15 poin (0,69%) ke level 164,91.
Nilai transaksi perdagangan ISSI mencapai Rp 26,16 miliar dari 114,19 ribu saham yang diperdagangkan
Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka melemah 5,88 poin (0,86%) ke level 676,50.
JII kembali turun 6,34 poin (0,93%) ke level 676,04.
Dari kawasan regional, hampir seluruh indeks bursa saham utama di kawasan Asia bergerak melemah. Hang Seng dan Nikkei terkoreksi cukup dalam hingga 1,28 persen dan 1,58 persen.
Sementara Shanghai Composite dan Strait Times berusaha menguat masing-masing 0,26% dan %
Meski sudah mulai membaik, nilai tukar rupiah juga masih bergerak di atas 12.000 per dolar AS. Pagi ini rupiah melemah 19 poin (0,16%) menjadi 12.144 per dolar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
