Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
CEO Hong Leong Islamic Bank Bhd, Raja Teh Maimunah Raja Abdul Aziz (www.fofm.in)
Dream - Kehadiran wanita sebagai pimpinan tertinggi bank syariah ternyata membuat kagum para pebisnis di luar negeri Islam. Sayangnya, masih saja ada diskriminasi terhadap keberadaan para bos wanita ini.
Pengalaman kurang menyenangkan ini setidaknya dialami CEO Hong Leong Islamic Bank Bhd, Raja Teh Maimunah Raja Abdul Aziz. Tak pernah mendapat perlakuan diskriminatif di negaranya Malaysia, Raja Teh Maimunah justru mengalaminya di negara maju, Eropa.
" Saya pernah berbicara di sebuah konferensi di Eropa ketika seseorang tiba-tiba berdiri dan mengatakan bagaimana Anda bisa bicara keuangan Islam. Sementara Anda seorang wanita?" kata wanita yang mulai menjabat CEO di bank terbesar keempat di Malaysia itu sejak 2011 seperti dikutip Bloomberg, Rabu, 2 Oktober 2014.
Mendapat pertanyaan diskriminatif itu, Raja Teh Maimunah mengatakan, pemerintah Malaysia selama ini justru terus berupaya menggalakkan kesadaran soal kesetaraan gender.
Malaysia setidaknya memiliki dua CEO bank syariah plat merah yang seluruhnya berasal dari kalangan wanita. Tidak hanya itu, tiga dari 11 anggota penasehat syariah di Bank Sentral adalah wanita.
Mereka menjadi role model bagi pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak dalam upayanya meningkatkan partisipasi wanita hingga 55 persen pada tahun 2015, atau 52,4 persen dari sekarang.
Usaha yang meniru Jepang dan Korea Selatan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit yang berbakat sekaligus membantu Malaysia mempertahankan posisinya sebagai pusat keuangan Islam terbaik di dunia.
Sebaliknya, di kawasan Timur Tengah, justru hanya ada satu orang wanita yang menjabat posisi tertinggi sebagai CEO bank syariah.
" Bank-bank di Malaysia tidak membeda-bedakan gender saat merekrut pegawai. Sehingga mereka bisa memiliki kolam pegawai berbakat yang besar," Abas A. Jalil, kepala eksekutif perusahaan konsultan Amanah Capital Group Ltd. di Kuala Lumpur.
" Besarnya industri keuangan Islam di Malaysia telah menjadi bukti. Memiliki staf wanita di tingkat eksekutif memungkinkan bank-bank untuk mempunyai sudut pandang bisnis yang berbeda," tambahnya.
Tidak seperti Arab Saudi yang melarang kaum wanita untuk mengendarai mobil mereka sendiri, wanita Malaysia bahkan dapat bersaing dengan kaum pria dalam bekerja dan mendapatkan posisi tinggi di industri. Di Malaysia, 68 persen mahasiswa yang kuliah di universitas untuk tahun akademi 2013/2014 adalah wanita.
Selain Raja Teh Maimunah, salah seorang kepala eksekutif wanita di Alliance Islamic Bank Bhd, Fozia Amanulla juga mendapat pengalaman lucu saat mengadakan pertemuan bisnis di Arab Saudi.
Fozia mengaku tidak bisa menemukan toilet khusus wanita di negara petrodolar ini. " Seluruh gedungnya sangat kelaki-lakian. Bahkan pembawa tehnya pria."
Keterbukaan Malaysia kepada calon pegawai wanita, memungkinkan negara jiran ini mendapatkan sarjana-sarjana syariah berbakat. Bahkan Bank Negara Malaysia memiliki tiga anggota wanita yang duduk di dewan penasehat syariah. Berbanding terbalik dengan di Timur Tengah di mana sarjana syariah wanita sangat jarang ditemukan.
" Ada beberapa alasan termasuk demografi dan kebudayaan yang menyebabkan sarjana syariah wanita sangat jarang di wilayah Teluk," kata Sheikh Bilal Khan, ketua Dome Advisory Ltd. " Tapi saya yakin Timur Tengah tidak kekurangan wanita-wanita berbakat dalam bidang itu."
Sekira 44 persen wanita Malaysia berusia 15 tahun ke atas telah memiliki pekerjaan pada tahun 2012, menurut statistik Bank Dunia. Bandingkan dengan 47 persen di Uni Emirat Arab, 39 persen di Bahrain dan 18 persen di Arab Saudi. (Ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?