Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bank Islam Malaysia
Dream - Kala dunia perbankan konvensional Negara Barat terpuruk akibat krisis ekonomi global, keuangan Islam yang dikenal sebagian orang sebagai bisnis alternatif yang lebih etis, justru semakin berkembang di luar negara-negara Muslim.
Pembeda utama keuangan Islam dari jenis lainnya adalah sistem keuangannya menganut hukum syariah dan agama Islam yang melarang bunga. Dengan lebih dari 700 lembaga keuangan Islam di seluruh dunia, sektor ini telah memiliki aset hingga US$1,3 triliun secara global.
Dalam wawancaranya dengan CNN, spesialis keuangan Islam di Allen & Overy, Atif Hanif, mengatakan keuangan Islam merupakan bentuk pembiayaan alternatif bagi segmen tertentu, dalam hal ini Muslim.
Secara etika dan moral, Muslim dibatasi saat berpartisipasi dalam industri perbankan konvensional. Namun tujuan keuangan Islam tetap sama, yakni mencoba menawarkan berbagai pilihan sistem keuangan seperti yang ada di perbankan konvensional.
Dalam hal ini pelayanan jasa dan produk keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan agama Islam. Salah satu prinsip-prinsip tersebut adalah larangan menarik atau membayar bunga.
Meski dulunya hanya berlaku bagi pegiat bisnis di dunia Islam, namun kini sistem keuangan syariah sudah menjadi salah satu industri keuangan global. Apalagi sistem keuangan Islam ini telah tumbuh dan mulai keluar dari pasar-pasar tradisional, seperti Timur Tengah dan Malaysia.
Sistem keuangan Islam telah menular dan mendapat respon yang bagus di pasar baru seperti Afrika Utara, Asia Tengah hingga Eropa Barat.
Pertumbuhan sistem keuangan tergantung dari beberapa faktor. Faktor pertama, menurut Hanif, adalah populasi. Tentu saja semakin besar populasi maka sistem keuangan Islam memiliki potensi untuk tumbuh dengan cepat. Faktor kedua adalah isu-isu politik yang terjadi di pasar tersebut. Ketidakpastian politik seperti di Libya dan Pakistan selama 10-20 tahun terakhir sangat mengganggu pertumbuhan sistem keuangan Islam di wilayah tersebut.
" Jika mereka bisa menyelesaikan konflik, siapa tahu, dua negara itu menjadi ladang subur bagi pertumbuhan keuangan Islam," Hanif menambahkan.
India, yang jelas-jelas bukan negara Islam juga dinilai sebagai pasar yang memiliki pontensi untuk tumbuh secara besar-besaran.
Sementara Malaysia sangat mapan dengan keuangan Islam. Negara ini merupakan pasar yang sangat matang dan boleh dikatakan, mereka adalah pelopor dalam industri ini. Sehingga tidak akan banyak ruang untuk tumbuh di Malaysia.
Kondisi ini berbeda sedikit dengan Indonesia. Menurut Hanif Indonesia masih memiliki banyak ruang yang belum dimanfaatkan di negara ini.
Pemerintah Indonesia terus bergerak ke arah pengembangan keuangan Islam. Indonesia memfasilitasi perbankan Islam dengan menerbitkan berbagai aturan dan undang-undang.
" Bahkan beberapa bank Malaysia mengatakan, Indonesia merupakan batas akhir bagi mereka untuk memperluas bisnis keuangan Islam."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam