Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lembaga Keuangan AS, Goldman Sach
Dream - Lembaga keuangan terbesar Amerika Serikat (AS), Goldman Sachs, diketahui menggunakan hiburan, hadiah, wisata, magang dan pelatihan untuk memperkuat hubungan dengan Otoritas Investasi Libya (LIA) di bawah mantan presiden Libya, Muammar Qaddafi.
Dokumen pengadilan yang dikutip Financial Times tersebut menyebutkan, gugatan LIA sebesar US$ 1 miliar yang dilayangkan kepada Goldman Sachs di London itu mengungkapkan metode lembaga keuangan terbesar AS itu dalam mempererat hubungan dengan lembaga negara Libya.
Otoritas berwenang di AS saat ini menyelidiki kemungkinan aksi penyuapan dari tindakan yang dilakukan Goldman Sach. Namun, pihak bank menyatakan bahwa tindakannya itu tidak menimbulkan pengaruh pada hubungan AS-Libya. Dan dikatakan pula bahwa hal itu merupakan hubungan yang biasa antara banker-klien dengan LIA, ujar Financial Times.
Menanggapi tuduhan adanya hiburan para pejabat tinggi LIA menggunakan kartu kredit, pengacara Goldman seperti dikutip dari laman Alarabiya.net, Minggu, 5 Oktober 2014 berpendapat bahwa LIA mengetahui akomodasi dan hiburan yang disediakan.
LIA juga menuduh Goldman Sachs memaksa dana ke investasi yang berisiko dan merugikan, sementara perusahaan menengguk keuntungan dengan jumlah hampir US$ 350 juta.
Namun bank menanggapinya dengan memperlihatkan daftar nama-nama pejabat tinggi seperti Lord Jacob Rothschild dan Sir Howard Davies yang duduk di dewan penasehat di LIA. Bank juga mengklaim bahwa mereka telah menjelaskan risiko dari perdagangan yang dilakukan.
Mengenai magang, bank mengatakan itu diberikan kepada keluarga seorang pejabat senior ILA, kata Financial Times.
" Magang itu dilihat oleh [bank] sebagai bagian dari program pelatihan yang ditawarkan kepada LIA," pengacara bank menjelaskan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya