Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menghijaunya bursa saham regional membawa kabar baik bagi pasar modal Indonesia di awal pekan. Indeks yang sudah terpuruk selama sepekan kemarin akhirnya kembali melaju di zona hijau.
Meski waktu perdagangan masih cukup panjang, pemodal asing pagi ini mengawali transaksi di zona positif. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 454 juta.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 6 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 25,85 poin (0,52%) ke level 4.975,20. IHSG kembali menguat 29,75 poin (0,6%) ke level 4.979,10 di sesi pembukaan.
Penguatan IHSG kali ini disokong kenaikan harga saham dari 32 emiten sementara 6 lainnya melemah. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 23,35 miliar dari perpindahatangan 51.602 saham.
Menguat IHSG diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang naik 1,01 poin (0,63%) ke level 161,35. Kenaikan harga saham dari 27 emiten syariah membawa ISSI menembus zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan tak kurang 39.948 saham dengan perputaran uang mencapai Rp 12,18 miliar
Sama dengan IHSG, ISSI kembali bergerak positif usai naik 1,16 poin (0,72%) ke level 161,5 di sesi pembukaan.
Kenaikan signifikan dialami saham-saham bluechips syariah setelah indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak menguat 6,05 poin (0,92%) ke level 665,04.
JII juga kembali bergerak positif di sesi pembukaan usai naik 6,78 poin (1,03%) ke level 665,77.
Hingga 10 menit waktu perdagangan saham, laju indeks saham masih bergerak di zona hijau namun mulai tertekan sentimen pasar.
Emiten properti memimpin pelemahan indeks saham sektoral usai terkoreksi 0,49 persen dikuti pertambangan 0,16 persen dan infrastruktur 0,13 persen.
Dari kawasan regional, hanya indeks Kospi Korea Selatan yang bergerak melemah diantara indeks bursa saham utama Asia. Hang Seng dan Nikkei masing-masing menguat 0,34 persen dan 1,21 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pagi ini kembali bergerak melemah 34 poin (0,28%) menjadi 12.194 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya