Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Ditutup Menguat, IHSG Balik ke 5.000

Reporter : Syahid Latif
Senin, 6 Oktober 2014 16:25
Indeks Syariah Ditutup Menguat, IHSG Balik ke 5.000
Setelah 9 hari melakukan aksi jual masif, pemodal asing kini mulai menahan diri mesti masih membukukan nett sell.

Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali ke level 5.000 setelah terhempas dalam dua hari terakhir. Mulai berkurangnya aksi jual asing membuat bursa saham Indonesia kembali bergerak positif.

Pemodal asing yang melakukan aksi beli di awal sesi justru berbalik arah jelang penutupan perdagangan. Asing mencatatkan nett sell sekitar Rp 90 miliar, atau menurun drastis dari biasanya diatas 400 miliar per hari.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 6 Oktober 2014, IHSG menguat signifikan 50,79 poin (1,03%) ke level 5.000,13. Penguatan didukung naiknya harga saham dari 170 emiten.

Kenaikan IHSG kali ini sempat tertahan oleh melemahnya harga saham dari 138 emiten. Total transaksi perdagangan di awal pekan ini mencapai 37,42 juta saham dengan nilai Rp 3,76 triliun.

Hingga sesi pasca penutupan perdagangan, hanya satu sektor saham yang jatuh ke zona merah. Emiten barang konsumsi tercatat melemah 0,29 persen.

Penguatan indeks saham sektor dipimpin oleh emiten keuangan yang menguat 2,21 persen, diikuti industri dasar 1,77 persen, dan industri aneka 1,37 persen.

Kembali masuknya pemodal lokal ke lantai bursa juga menjadi angin segar bagi indeks saham syariah di BEI.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 1,22 poin (0,76%) ke level 161,56. Indeks ISSI sempat melorot ke zona merah dengan level terendah di 160,17.

Naiknya harga saham dari 100 emiten syariah membuat ISSI menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Namun koreksi harga dari 90 emiten membuat laju penguatan menjadi tertahan.

Indeks ISSI yang sempat menyentuh level tertinggi 161,8, menciptakan perputaran yang hingga Rp 2,4 triliun dengan 27,15 juta saham yang beralih tangan.

Kembali menghijaunya indeks ISSI juga diikuti indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Disokong naiknya harga saham dari 15 emiten, indeks JII ditutup menguat 6,12 poin (0,93%) ke level 665,11.

Lau positif yang dicatatkan bursa saham Indonesia tak lepas dari penguatan pasar modal di kawasan regional. Indeks Hang Seng dan Nikkei sore ini bertengger di zona hijau dengan menguat 1,09 persen dan 1,16 persen.

Di kawasan Asia, hanya bursa saham Korea Selatan yang terpuruk di zona merah usai Kospi terkoreksi 0,39 persen.

Sayang penguatan kali ini tak didukung nilai tukar rupiah yang belum beranjak dari level psikologis. Rupiah sore ini melemah 17 poin (0,14%) menjadi 12.194 per dolar AS.

Emiten-emiten gurita bisnis Astra memimpin laju penguatan indeks saham ISSI. Emiten pencetak kenaikan harga tertinggi dihuni oleh AUTO yang menguat Rp 195, ASII Rp 125, ANJT Rp 80, AALI Rp 75, dan CPIN Rp 55 per saham. (Ism)

Beri Komentar