Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali ke level 5.000 setelah terhempas dalam dua hari terakhir. Mulai berkurangnya aksi jual asing membuat bursa saham Indonesia kembali bergerak positif.
Pemodal asing yang melakukan aksi beli di awal sesi justru berbalik arah jelang penutupan perdagangan. Asing mencatatkan nett sell sekitar Rp 90 miliar, atau menurun drastis dari biasanya diatas 400 miliar per hari.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 6 Oktober 2014, IHSG menguat signifikan 50,79 poin (1,03%) ke level 5.000,13. Penguatan didukung naiknya harga saham dari 170 emiten.
Kenaikan IHSG kali ini sempat tertahan oleh melemahnya harga saham dari 138 emiten. Total transaksi perdagangan di awal pekan ini mencapai 37,42 juta saham dengan nilai Rp 3,76 triliun.
Hingga sesi pasca penutupan perdagangan, hanya satu sektor saham yang jatuh ke zona merah. Emiten barang konsumsi tercatat melemah 0,29 persen.
Penguatan indeks saham sektor dipimpin oleh emiten keuangan yang menguat 2,21 persen, diikuti industri dasar 1,77 persen, dan industri aneka 1,37 persen.
Kembali masuknya pemodal lokal ke lantai bursa juga menjadi angin segar bagi indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 1,22 poin (0,76%) ke level 161,56. Indeks ISSI sempat melorot ke zona merah dengan level terendah di 160,17.
Naiknya harga saham dari 100 emiten syariah membuat ISSI menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Namun koreksi harga dari 90 emiten membuat laju penguatan menjadi tertahan.
Indeks ISSI yang sempat menyentuh level tertinggi 161,8, menciptakan perputaran yang hingga Rp 2,4 triliun dengan 27,15 juta saham yang beralih tangan.
Kembali menghijaunya indeks ISSI juga diikuti indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Disokong naiknya harga saham dari 15 emiten, indeks JII ditutup menguat 6,12 poin (0,93%) ke level 665,11.
Lau positif yang dicatatkan bursa saham Indonesia tak lepas dari penguatan pasar modal di kawasan regional. Indeks Hang Seng dan Nikkei sore ini bertengger di zona hijau dengan menguat 1,09 persen dan 1,16 persen.
Di kawasan Asia, hanya bursa saham Korea Selatan yang terpuruk di zona merah usai Kospi terkoreksi 0,39 persen.
Sayang penguatan kali ini tak didukung nilai tukar rupiah yang belum beranjak dari level psikologis. Rupiah sore ini melemah 17 poin (0,14%) menjadi 12.194 per dolar AS.
Emiten-emiten gurita bisnis Astra memimpin laju penguatan indeks saham ISSI. Emiten pencetak kenaikan harga tertinggi dihuni oleh AUTO yang menguat Rp 195, ASII Rp 125, ANJT Rp 80, AALI Rp 75, dan CPIN Rp 55 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya