Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Singapura Kalah Cepat Bangun Pusat Keuangan Syariah Asia

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 7 Oktober 2014 13:31
Singapura Kalah Cepat Bangun Pusat Keuangan Syariah Asia
Singapura dan Hong Kong saat ini tengah bersaing untuk merebut titel sebagai pusat keuangan Islami baru untuk kawasan Asia.

Dream – Ambisi macan ekonomi Asia, Singapura, untuk menjadi pusat keuangan Islam di Asia Tenggara mulai kendur. Padahal Singapura saat ini tengah bersaing ketat dengan Hong Kong untuk mendapatkan gelar tersebut.

Tanda-tanda kurang melemahnya geliat Singapura terindikasi dari jumlah dana yang berhasil dihimpun hanya sekitar US$150 juta, dari dua tranche penerbitan sukuk yakni pada Maret dan September.

Di pihak berbeda, Hong Kong, berhasil mengeruk dana hingga US$ 1 miliar dalam debutnya menerbitkan sukuk. Tidak hanya itu, sukuk Hong Kong juga kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lima kali. Pemerintah Hong Kong bahkan berencana mendaftarkan sukuknya di Nasdaq Dubai.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Singapura tidak mampu berbuat seperti Hong Kong? Padahal Singapura memiliki rating bagus dalam hal kredit obligasi.

Para analis mengutip laman Zawya.com, Selasa, 7 Oktober 2014, berspekulasi, jika Singapura menawarkan sukuk yang tidak dijamin oleh pemerintah atau perusahaan miliki negara. Selama ini Singapura mengandalkan Sabana Real Estate Investment Management Pte Ltd sebagai penerbit sukuk satu-satunya.

Singapura juga dinilai kurang attraktif dalam merayu investor muslim dengan pola-pola insentif dan pengurangan pajak investor sukuk. Padahal cara-cara inilah yang dilakukan Malaysia selama ini.

Tidak seperti Malaysia, Singapura juga tidak mengeluarkan dana pensiun atau bisnis terkait yang sesuai dengan prinsip syariah meski 15 persen dari populasi negara itu adalah muslim.

" Kami adalah pusat sukuk internasional dan perbankan Islam. Sehingga ada kemungkinan bagi kita untuk mengarahkan inisiatif baru dan inovatif di wilayah ini (Asia Tenggara)," kata Dr Rozali Mohamed Ali, ketua Pusat Pendidikan Keuangan Islam Internasional yang berbasis di Kuala Lumpur.

Beri Komentar