Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Ambisi macan ekonomi Asia, Singapura, untuk menjadi pusat keuangan Islam di Asia Tenggara mulai kendur. Padahal Singapura saat ini tengah bersaing ketat dengan Hong Kong untuk mendapatkan gelar tersebut.
Tanda-tanda kurang melemahnya geliat Singapura terindikasi dari jumlah dana yang berhasil dihimpun hanya sekitar US$150 juta, dari dua tranche penerbitan sukuk yakni pada Maret dan September.
Di pihak berbeda, Hong Kong, berhasil mengeruk dana hingga US$ 1 miliar dalam debutnya menerbitkan sukuk. Tidak hanya itu, sukuk Hong Kong juga kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lima kali. Pemerintah Hong Kong bahkan berencana mendaftarkan sukuknya di Nasdaq Dubai.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa Singapura tidak mampu berbuat seperti Hong Kong? Padahal Singapura memiliki rating bagus dalam hal kredit obligasi.
Para analis mengutip laman Zawya.com, Selasa, 7 Oktober 2014, berspekulasi, jika Singapura menawarkan sukuk yang tidak dijamin oleh pemerintah atau perusahaan miliki negara. Selama ini Singapura mengandalkan Sabana Real Estate Investment Management Pte Ltd sebagai penerbit sukuk satu-satunya.
Singapura juga dinilai kurang attraktif dalam merayu investor muslim dengan pola-pola insentif dan pengurangan pajak investor sukuk. Padahal cara-cara inilah yang dilakukan Malaysia selama ini.
Tidak seperti Malaysia, Singapura juga tidak mengeluarkan dana pensiun atau bisnis terkait yang sesuai dengan prinsip syariah meski 15 persen dari populasi negara itu adalah muslim.
" Kami adalah pusat sukuk internasional dan perbankan Islam. Sehingga ada kemungkinan bagi kita untuk mengarahkan inisiatif baru dan inovatif di wilayah ini (Asia Tenggara)," kata Dr Rozali Mohamed Ali, ketua Pusat Pendidikan Keuangan Islam Internasional yang berbasis di Kuala Lumpur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya