Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Industri Keuangan Syariah RI Butuh Inovasi Besar

Reporter : Ramdania
Selasa, 7 Oktober 2014 16:02
Industri Keuangan Syariah RI Butuh Inovasi Besar
Menggandeng IPB, OJK menggelar Forum Riset Keuangan Syariah (FRKS) 2014 yang akan membahas berbagai isu di bisnis keuangan syariah.

Dream - Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pengawasan Perbankan I Mulya E Siregar mengakui area riset keuangan syariah belum dikembangkan secara luas. Padahal industri keuangan syariah, memiliki tantangan yang sangat berat, terutama dalam hal inovasi.

Mulya menilai riset mengenai keuangan syariah saat ini telah menjadi kebutuhan mendesak bagi Indonsia. Forum Riset Keuangan Syariah (FRKS) 2014 yang bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) diharapkan bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Untuk diketahui, forum yang bertema " Mewujudkan Industri Keuangan Syariah yang Efisien, Berdaya Saing, dan Berkontribusi Lebih Besar dalam Pembangunan Ekonomi Nasional" akan dilaksanakan 14-16 Oktober 2014 di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

" Dalam pengembangan keuangan syariah perlu ada research and development. Saat ini yang memiliki lembaga riset kebanyakan pihak kampus. Untuk itu kita bekerjasama dengan IPB yang telah memiliki program studi ekonomi dan keuangan syariah serta pusat studi bisnis ekonomi syariah," ujar Mulya di Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2014.

Selain munculnya inovasi produk syariah, OJK berharap forum ini juga dapat mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas. Tujuannya gara kesinambungan pengembangan sektor jasa keuangan syariah dapat terus berlanjut sehingga berkontribusi lebih besar bagi pembangunan ekonomi nasional.

Rektor IPB Herry Suhardiyanto menyambut baik ajakan OJK untuk kolaborasi pelaksanaan FRKS 2014. IPB selama ini aktif mengembangkan pengajaran ekonomi dan keuangan syariah, dan melaksanakan aktivitas penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat pada bidang ini.

" Kami harapkan keuangan syariah dapat menjadi lebih efisien dan berdaya saing, dan berperan bagi perekonomian nasional," tambahnya. (Ism)

Beri Komentar