Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Keuangan Syariah
Dream - Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pengawasan Perbankan I Mulya E Siregar mengakui area riset keuangan syariah belum dikembangkan secara luas. Padahal industri keuangan syariah, memiliki tantangan yang sangat berat, terutama dalam hal inovasi.
Mulya menilai riset mengenai keuangan syariah saat ini telah menjadi kebutuhan mendesak bagi Indonsia. Forum Riset Keuangan Syariah (FRKS) 2014 yang bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) diharapkan bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
Untuk diketahui, forum yang bertema " Mewujudkan Industri Keuangan Syariah yang Efisien, Berdaya Saing, dan Berkontribusi Lebih Besar dalam Pembangunan Ekonomi Nasional" akan dilaksanakan 14-16 Oktober 2014 di Kampus IPB Dramaga, Bogor.
" Dalam pengembangan keuangan syariah perlu ada research and development. Saat ini yang memiliki lembaga riset kebanyakan pihak kampus. Untuk itu kita bekerjasama dengan IPB yang telah memiliki program studi ekonomi dan keuangan syariah serta pusat studi bisnis ekonomi syariah," ujar Mulya di Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2014.
Selain munculnya inovasi produk syariah, OJK berharap forum ini juga dapat mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas. Tujuannya gara kesinambungan pengembangan sektor jasa keuangan syariah dapat terus berlanjut sehingga berkontribusi lebih besar bagi pembangunan ekonomi nasional.
Rektor IPB Herry Suhardiyanto menyambut baik ajakan OJK untuk kolaborasi pelaksanaan FRKS 2014. IPB selama ini aktif mengembangkan pengajaran ekonomi dan keuangan syariah, dan melaksanakan aktivitas penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat pada bidang ini.
" Kami harapkan keuangan syariah dapat menjadi lebih efisien dan berdaya saing, dan berperan bagi perekonomian nasional," tambahnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya