Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kombinasi Mematikan Jatuhkan Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 8 Oktober 2014 09:30
Kombinasi Mematikan Jatuhkan Indeks Syariah
Sentimen dari dalam dan luar negeri memaksa indeks bursa saham Indonesia kembali ke zona merah. IHSG bahkan terhempas lagi di bawah level psikologis 5.000.

Dream - Kombinasi mematikan dari sentimen negatif dalam dan luar negeri kembali merontokan bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan harus rela kembali jatuh ke level di bawah 5.000.

Pagi ini pelaku pasar memang disuguhi kabar negatif dari koreksi dalam indeks Dow Jones Amerika Serikat yang membuat rontok bursa regional. Semalam Dow Jones ditutup anjlok hingga 272,52 poin (1,6%).

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar kembali harus menahan serangan dari sentimen negatif kisruh politik dalam negeri. MPR dini hari tadi memutuskan kemenangan Koalisi Merah Putih dalam perebutan pucuk pimpinan.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2014, IHSG langsung tersungkur ke zona merah dengan melemah 40,42 poin (0,8%) ke level 4.992,42.

Keterpurukan IHSG semakin dalam di sesi pembukaan setelah anjlok 48,67 poin (0,97%) ke level 4984,16.

Sesi awal perdagangan ini hanya menyisakan satu emiten yang melaju di zona hijau. IHSG justru tersungkur oleh turunnya harga saham dari 37 emiten.

Pelaku pasar telah aktif mentransaksikan tak kurang dari 107038 lembar saham dengan nilai mencapai Rp 30,03 miliar. Beruntung pemodal asing masih kembali melakukan aksi belanja dengan nett buy tipis Rp 4,36 miliar.

Seluruh indeks saham sektor kompak bergerak di zona merah dipimpin emiten industri dasar dan industri aneka yang melemah masing-masing 1,74 persen dan 1,52 persen.

Anjloknya IHSG menjadi kabar kurang baik bagi pergerakan emiten syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini memulai perdagangan dengan melemah 1,46 poin (0,9%) ke level 161,45.

Tanpa ada satupun emiten syariah yang mampu bergerak ke zona hijau. Padahal 30 emiten ISSI bergerak melemah dan menyeret ISSI kembali masuk zona merah.

Kondisi ini membuat laju ISSI di sesi pembukaan semakin berat. Indeks ISSI ISSI tak mampu melawan dengan melemah 1,76 poin (108%) ke level 161,15.

Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 95.127 saham dengan perputaran uang mencapai Rp 20,08 miliar.

Koreksi cukup dalam melanda saham-saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) anjlok hingga 8,16 poin (1,22%) ke level 662,83. Koreksi berlanjut hingga sesi pembukaan dengan pelemahan mencapai 8,87 poin (1,32%) ke level 662,16.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasanya mengatakan koreksi dalam indeks Dow Jones Industrial ditambah sentimen negatif dari politik dalam negeri, setidaknya sudah dua kali memunculkan tekanan jual yang lebih besar dari pemodal asing, dan membuat IHSG terkoreksi dalam.

" Pada hari ini, kombinasi ‘mematikan’ tersebut kembali berulang," katanya.

Pada dua hari perdagangan terakhir, IHSG sebenarnya sudah kembali ke dalam trend naik jangka pendek, dengan potensi kenaikan hingga kisaran 5050 – 5100. Pemodal asing yang sudah hampir sebulan terakhir dalam posisi jual, kemarin juga sudah berada dalam posisi net buy dengan jumlah yang cukup signikfikan, yaitu sebesar Rp 151,84 miliar.

Satrio menilai tekanan yang kembali muncul dari dalam dan luar negeri ini, diperkirakan akan membuat IHSG embali melakukan pengujian pada level psikologis 5000 pada awal perdagangan.

" Jika pemodal asing kembali dalam posisi jual dan level 5000 gagal bertahan, IHSG bakal memiliki potensi untuk mencetak level terendah yang baru, dibawah level 4933 yang merupakan level terendah pada minggu lalu," ujarnya.

Beri Komentar