Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Menunggu 'Booming' Obligasi Syariah dari Tanah Afrika

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 8 Oktober 2014 16:04
Menunggu 'Booming' Obligasi Syariah dari Tanah Afrika
Sukses surat utang Afrika Selatan menguatkan keyakinan para penguasa lainnya di Afrika

Dream - Setelah Eropa dan Asia, sistem keuangan Islami mulai banyak mendapat tempat di negara-negara Afrika. Sejumlah negara telah berkomitmen menerbitkan surat utang syariah (sukuk) dalam upaya untuk menarik investor internasional berinvestasi di proyek infrastruktur di Benua Hitam.

Banyak negara Afrika kini beralih ke sektor perbankan syariah yang tengah melaju dengan cepat. Dana segar dari instrumen keuangan Islami ini kebanyakan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang bernilai sekitar US$ 93 miliar per tahun di seluruh benua tersebut.

" Instrumen sukuk sangat cocok bagi pasar Afrika dan memiliki potensi besar di tengah kebutuhan pendanaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pembangunan infrastruktur di seluruh benua tersebut," ungkap laporan Malaysia International Islamic Finance Centre (MIFC) baru-baru ini seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Rabu, 8 Oktober 2014.

MIFC melaporkan bahwa sukuk infrastruktur senilai total US$ 84,3 miliar telah diterbitkan lebih dari 10 negara antara 2001 dan 2013. Sukuk perdana Afrika Selatan (Afsel) bernilai US$ 500 juta semakin menguatkan keyakinan para penguasa lainnya di Afrika.

Untuk diketahui, sukuk perdana Afsel yang terbit pada 17 September 2014 telah menerima penawaran lebih dari empat kali (oversubscribed) senilai US$ 2,2 miliar.

Dua bulan sebelumnya, Senegal menerbitkan sukuk pertama senilai US$ 208 juta sementara Nigeria mengeluarkan sukuk US$ 62 juta pada tahun 2013.

Meski belum mengelurkan sukuk, negara Afrika lain seperti Mauritania, Maroko, Mesir dan Libya telah mengeluarkan undang-undang keuangan Islam tahun ini. Sementara Sudan dan Gambia telah menerbitkan sukuk dengan tenor pendek dan memiliki nominal kecil.

" Dalam beberapa tahun ke depan, Afrika kemungkinan akan memasuki pasar sukuk untuk mendukung proyek-proyek pembangkit listrik, transportasi dan pembangunan lainnya. Selain itu, sukuk menjadi instrumen keuangan Islami yang berperan sebagai penghubung bagi aliran likuiditas syariah dari negara Muslim yang kaya minyak dan ekonomi perdagangan Islam internasional lainnya," kata MIFC.

Menurut Moody's Investor Services, pertumbuhan tersebut merupakan bagian dari tren penerbitan sukuk negara di pasar global. Kepercayaan investor terhadap sistem keuangan Islam seperti sukuk, meningkatnya kebutuhan finansial Islami dari negara penerbit sukuk.

Keinginan investor untuk terlibat dalam pasar dan khususnya keinginan pemerintah dan investor muslim untuk mendukung pertumbuhan perbankan Islam, telah ikut andil dalam meningkatkan pasar global sukuk menjadi dua digit dalam tiga tahun terakhir.

Beri Komentar