Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Saham Syariah Terbenam di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 8 Oktober 2014 16:31
Indeks Saham Syariah Terbenam di Zona Merah
IHSG tak mampu mempertahankan level psikologis 5.000 setelah tersungkur 74,32 poin (1,48%) ke level 4.958,51.

Dream - Indeks acuan bursa saham Indonesia tak sanggup mempertahankan laju penguatan dua hari yang membawanya kembali ke level 5.000. Gempuran sentimen negatif dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk.

Aksi jual pemodal asing juga ikut andil menjatuhkan indeks saham Indonesia setelah kemarin sempat belanja saham. Investor asing mencetak nett sell sekitar Rp 300 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu, 8 Oktober 2014, IHSG tersungkur 74,32 poin (1,48%) ke level 4.958,51. Posisi ini merupakan level terendah yang dicapai BEI sepanjang perdagangan hari ini.

Koreksi harga saham dari 233 emiten di lantai bursa benar-benar telah merontokan pasar modal Indonesia. Indeks saham bluechips (LQ45) bahkan tersungkur hingga 1,76 persen.

Seluruh indeks sektor saham mendekam di zona merah dengan pelemahan tertinggi dialami emiten perdagangan 2,03 persen, perkebunan 1,43 persen, dan infrastruktur 1,42 persen.

Sentimen dari prediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa tampaknya kembali menghantui investor. Maklum saja, krisis keuangan 200 lalu memang pernah membuat ekonomi Eropa kelabakan.

Total saham yang diperdagangkan pelaku pasar mencapai 51,85 juta saham dengan perputaran uang bernilai Rp 5,25 triliun.

Berondongan sentimen negatif di lantai bursa juga memaksa dua indeks saham syariah tak berkutik di zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 2,43 poin (1,5%) ke level 160,48. Koreksi harga saham terjadi pada 148 emiten penghuni ISSI sementara 50 lainnya masih sanggup bergerak menguat.

Pelaku pasar memperdagangkan setidaknya 31 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,8 triliun.

Sama dengan IHSG, level penutupan indeks ISSI ini merupakan posisi terendah yang dicapai sepanjang perdagangan tengah pekan ini.

Koreksi lebih dalam dialami emiten-emiten bluechips syariah yang anjlok 11,65 poin (1,74%) ke level 659,35.

Indeks Jakarta Islamic Index (JII) hanya disokong kenaikan harga saham dari satu emiten unggulan sementara 28 lainnya dilanda aksi pelemahan.

Jatuhnya seluruh indeks saham di BEI memang tak hanya dialami pasar modal Indonesia. Hampir seluruh indeks saham utama Asia bergerak ke zona merah dengan pelemahan tertinggi dialami Nikkei yang melemah 1,19 persen, Hang Seng 0,68 persen dan Strait Times 0,53 persen.

Bursa utama Asia hanya meninggalkan indeks Shanghai Composite di zona hijau dengan penguat 0,8 persen.

Melemah kondisi perekonomian global juga memaksa nilai tukar rupiah kembali tertekan. Sore ini rupiah terkoreksi 42 poin (0,34%) menjad 12.244 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar