Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks acuan bursa saham Indonesia tak sanggup mempertahankan laju penguatan dua hari yang membawanya kembali ke level 5.000. Gempuran sentimen negatif dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk.
Aksi jual pemodal asing juga ikut andil menjatuhkan indeks saham Indonesia setelah kemarin sempat belanja saham. Investor asing mencetak nett sell sekitar Rp 300 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu, 8 Oktober 2014, IHSG tersungkur 74,32 poin (1,48%) ke level 4.958,51. Posisi ini merupakan level terendah yang dicapai BEI sepanjang perdagangan hari ini.
Koreksi harga saham dari 233 emiten di lantai bursa benar-benar telah merontokan pasar modal Indonesia. Indeks saham bluechips (LQ45) bahkan tersungkur hingga 1,76 persen.
Seluruh indeks sektor saham mendekam di zona merah dengan pelemahan tertinggi dialami emiten perdagangan 2,03 persen, perkebunan 1,43 persen, dan infrastruktur 1,42 persen.
Sentimen dari prediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa tampaknya kembali menghantui investor. Maklum saja, krisis keuangan 200 lalu memang pernah membuat ekonomi Eropa kelabakan.
Total saham yang diperdagangkan pelaku pasar mencapai 51,85 juta saham dengan perputaran uang bernilai Rp 5,25 triliun.
Berondongan sentimen negatif di lantai bursa juga memaksa dua indeks saham syariah tak berkutik di zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 2,43 poin (1,5%) ke level 160,48. Koreksi harga saham terjadi pada 148 emiten penghuni ISSI sementara 50 lainnya masih sanggup bergerak menguat.
Pelaku pasar memperdagangkan setidaknya 31 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,8 triliun.
Sama dengan IHSG, level penutupan indeks ISSI ini merupakan posisi terendah yang dicapai sepanjang perdagangan tengah pekan ini.
Koreksi lebih dalam dialami emiten-emiten bluechips syariah yang anjlok 11,65 poin (1,74%) ke level 659,35.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) hanya disokong kenaikan harga saham dari satu emiten unggulan sementara 28 lainnya dilanda aksi pelemahan.
Jatuhnya seluruh indeks saham di BEI memang tak hanya dialami pasar modal Indonesia. Hampir seluruh indeks saham utama Asia bergerak ke zona merah dengan pelemahan tertinggi dialami Nikkei yang melemah 1,19 persen, Hang Seng 0,68 persen dan Strait Times 0,53 persen.
Bursa utama Asia hanya meninggalkan indeks Shanghai Composite di zona hijau dengan penguat 0,8 persen.
Melemah kondisi perekonomian global juga memaksa nilai tukar rupiah kembali tertekan. Sore ini rupiah terkoreksi 42 poin (0,34%) menjad 12.244 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya