Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bank Sentral Oman Kebut Sistem Keuangan Syariah

Reporter : Ramdania
Kamis, 9 Oktober 2014 14:30
Bank Sentral Oman Kebut Sistem Keuangan Syariah
Banyak negara yang tengah mengembangkan keuangan syariah. Begitupun dengan Oman. Meski baru memperkenalkan sistem keuangan tersebut, pihak otoritas Oman telah menyusun rencana pengembangannya.

Dream - Bank Sentral Oman telah membentuk Dewan Pengawas Syariah untuk membantu mengawasi industri perbankan syariah sehingga mengadopsi model terpusat yang digunakan global. Meski model ini masih jarang dilakukan negara-negara Timur Tengah.

Dewan Pengawas Syariah merupakan kelompok ulama yang memutuskan instrumen keuangan dan kegiatan yang sesuai dengan prinsip Islam. Seperti larangan pembayaran bunga dan spekulasi moneter.

Oman adalah negara Timur Tengah terakhir yang memperkenalkan keuangan Islam di negaranya. Sistem ini baru diperkenalkan pada tahun 2012.

Berdasarkan berita yang dikutip dari Arabian Business, Kamis, 9 Oktober 2014, adanya Dewan Pengawas Syariah ini diharapkan bisa mempercepat pengembangan produk, batas pembiayaan untuk bank syariah, dan memfasilitasi penerbitan sukuk atau obligasi syariah.

Bank sentral Oman menunjuk lima anggota dalam Dewan Pengawas Syariah yang akan melakukan pengawasan langsung terhadap lembaga perbankan syariah. Hal ini mirip dengan pendekatan yang diambil regulator di Malaysia, Pakistan, Maroko, dan Nigeria. Lima anggota ini dipilih dari tujuh calon yang diusulkan.

Sementara itu, sebagian besar negara Timur Tengah menggunakan regulasi yang terpisah untuk lembaga keuangan syariah untuk menentukan produk yang diperbolehkan.

Uni Emirat Arab telah menyatakan rencananya untuk mengikuti model terpusat ini. Hal ini menunggu dukungan undang-undang khusus. Dengan model ini diharapkan dapat mengurangi risiko pertentangan kebijakan antarbank syariah.

Di Oman, telah berdiri dua bank syariah yaitu Bank Nizwa dan al izz Islamic, serta ada juga beberapa unit syariah di bawah bank konvesnional.

Sementara untuk sukuk, masih menjadi bahan pertimbangan pemerintah dan bank-bank. Sejauh ini, perkembangan sukuk di negara itu masih lambat, baru pengembang real estate Tilal Development Co yang telah mengeluarkan sukuk pada November tahun lalu.

Kementerian Keuangan Oman berencana menerbitkan US$ 519,5 juta sukuk pada awal tahun depan. Ini penerbitan sukuk pemerintah perdana. Unit Syariah Bank Muscat juga merencanakan menerbutkan sukuk sekitar US$ 300 juta.

Beri Komentar