Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Sentral Oman telah membentuk Dewan Pengawas Syariah untuk membantu mengawasi industri perbankan syariah sehingga mengadopsi model terpusat yang digunakan global. Meski model ini masih jarang dilakukan negara-negara Timur Tengah.
Dewan Pengawas Syariah merupakan kelompok ulama yang memutuskan instrumen keuangan dan kegiatan yang sesuai dengan prinsip Islam. Seperti larangan pembayaran bunga dan spekulasi moneter.
Oman adalah negara Timur Tengah terakhir yang memperkenalkan keuangan Islam di negaranya. Sistem ini baru diperkenalkan pada tahun 2012.
Berdasarkan berita yang dikutip dari Arabian Business, Kamis, 9 Oktober 2014, adanya Dewan Pengawas Syariah ini diharapkan bisa mempercepat pengembangan produk, batas pembiayaan untuk bank syariah, dan memfasilitasi penerbitan sukuk atau obligasi syariah.
Bank sentral Oman menunjuk lima anggota dalam Dewan Pengawas Syariah yang akan melakukan pengawasan langsung terhadap lembaga perbankan syariah. Hal ini mirip dengan pendekatan yang diambil regulator di Malaysia, Pakistan, Maroko, dan Nigeria. Lima anggota ini dipilih dari tujuh calon yang diusulkan.
Sementara itu, sebagian besar negara Timur Tengah menggunakan regulasi yang terpisah untuk lembaga keuangan syariah untuk menentukan produk yang diperbolehkan.
Uni Emirat Arab telah menyatakan rencananya untuk mengikuti model terpusat ini. Hal ini menunggu dukungan undang-undang khusus. Dengan model ini diharapkan dapat mengurangi risiko pertentangan kebijakan antarbank syariah.
Di Oman, telah berdiri dua bank syariah yaitu Bank Nizwa dan al izz Islamic, serta ada juga beberapa unit syariah di bawah bank konvesnional.
Sementara untuk sukuk, masih menjadi bahan pertimbangan pemerintah dan bank-bank. Sejauh ini, perkembangan sukuk di negara itu masih lambat, baru pengembang real estate Tilal Development Co yang telah mengeluarkan sukuk pada November tahun lalu.
Kementerian Keuangan Oman berencana menerbitkan US$ 519,5 juta sukuk pada awal tahun depan. Ini penerbitan sukuk pemerintah perdana. Unit Syariah Bank Muscat juga merencanakan menerbutkan sukuk sekitar US$ 300 juta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya