Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BNI Syariah
Dream - Bank syariah pelat merah, PT BNI Syariah mengaku tengah mempelajari strategi yang tepat untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah dengan mencari investor untuk mendukung pengembangan bisnis.
Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano mengungkapkan sudah banyak investor yang tertarik menaruh saham di perusahaannya. Kebanyakan investor tersebut berasal dari negara asing.
" Banyak yang minat, Malaysia, Timur Tengah, rata-rata dari luar, kalau Eropa tidak ada," ujarnya ketika ditemui di Jakarta, Kamis 8 Mei 2014.
Dinno mengaku, perusahaan hingga kini belum melakukan penjajakan apapun dengan para investor yang berminat. Termasuk rencana Dubai Islamic Bank (DIB) yang berencana mengakuisisi 40% saham salah satu bank syariah di Indonesia.
Untuk membuktikan klaimnya tersebut, BNI Syariah melaporkan belum memasukan rencana merger dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
" Kami belum mengajukan proposal juga, kami test the water saja, tapi belum ada. RBB juga belum ada apalagi angka (saham yang akan dijual)," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono menyatakan ada beberapa pilihan cara yang bisa dilakukan pihaknya untuk mengembangkan bisnisnya. Selain strategis partner, BNI Syariah bisa saja menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Dari kedua pilihan tersebut, manajemen mengakui belum menentukan strategi yang akan diambil.
Untuk saat ini, BNI Syariah baru akan melakukan penambahan modal lewat suntikan induk usaha, PT Bank Negara Indonesia Tbk, sebesar Rp 500 miliar.
" Kemungkinan besar dengan melihat pertumbumbuhan BNI syariah yang cukup tinggi, kami perkirakan bisa tumbuh 30-40% ke depan, kita butuh modal sekitar tahun 2016," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya