Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lebih Baik Jujur Ketika Menulis CV.
Dream – Berhati-hatilah saat melamar pekerjaan? Jangan sampai kamu nekat mengirimkan surt lamaran dengan data-data tak benar apalagi sampai memanipulasi. Jika masih nekat, siap-siap saja menerima akibat fatal.
Surat biodata atau curriculum vitea (CV) memang harus diisi dengan sejujurnya. Apalagi untuk bagian gelar akademis dan kelakuan baik.
Dilansir dari CNBC, Senin 15 September 2018, sebuah survei yang dilakukan oleh TopResume, melakukan survei tentang kebohongan para pelemar daalam CV-nya. Perusahaan ini meminta 629 perusahaan untuk memeringkat 14 kategori kebohongan di dalam resume.
Hampir separuh responden merupakan profesional di bidang HRD, perekrut, atau manajer perekrutan.
Hasilnya, kebohongan yang paling banyak dibuat kandidat adalah tentang kemampuan teknis, sertifikat, dan catatan kriminal. Namun yang terbanyak dari dua hal tadi adalah manipulasi gelar akademis.
Ada 89 persen responden yang menyebut kebohongan gelar akademis ini merupakan kebohongan paling serius dan bisa disebut perbuatan kriminal.
Pakar karier di TopResume, Amanda Augustine, mengatakan kandidat berusaha agar tak tersingkir dari persaingan yang mensyaratkan gelar pendidikan tertentu. Namun, lanjutnya, kandidat sama sekali tak disarankan berbohong tentang gelar pendidikan.
“ Perusahaan bisa memverifikasi informasi ini dengan mudah,” kata dia.
Augustine menyarankan kandidat untuk jujur tentang gelar pendidikan. “ Tanyakan pada dirimu keterampilan apa yang ditawarkan,” kata dia.
Kalau gelar masih dalam proses, jelaskan di resume dan catat tanggal kelulusan yang diharapkan.
Augustine mengatakan kejujuran diperlukan dalam menulis gelar pendidikan. Sebab, kalau ketahuan bohong, perusahaan tidak akan mempercayainya. Tak hanya itu, peluang untuk bekerja di sana semakin sempit, bahkan tidak ada.
Dia juga menyarankan kandidat tidak keras dan saklek terhadap lowongan kerja yang diincar. Kalau belum mengantongi sertifikat kelulusan, kandidat harus mengubah strategi. Misalnya, mencari lowongan kerja yang tidak terlalu fokus kepada gelar akademik, tetapi pada keterampilan.
Misalnya, Google, Apple, dan IBM tidak terlalu mementingkan gelar. Begitu pula dengan perawatan kesehatan yang tidak menerapkan syarat pendidikan untuk bekerja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya