Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Di tengah berbagai potensi bisnis yang ada, hijab telah menjadi daya tarik bagi industri di Indonesia. Selama hampir empat tahun lebih, bisnis hijab meroket dan mulai diperhitungkan.
Meski begitu muncul pertanyaan, apakah bisnis hijab menjadi usaha komersialisasi terhadap budaya Islam?
Menurut Manajer Marketing ETU, Rahmat Ramadan, pertumbuhan hijab tumbuh karena hijab bukanlah budaya melainkan kewajiban umat Islam untuk menggunakan penutup aurat itu.
" Hijab itu bukan budaya tapi kewajiban. Jadi beda," kata Rahmat, Rabu, 3 Agustus 2016.
Rahmat mengatakan cara memperkenalkan hijab untuk anak-anak muda saat ini memiliki perbedaan dengan masa sepuluh tahun lalu. Menurut dia, modernitas turut membangun cara berpikir yang lebih lembut.
" Anak-anak muda sekarang, ngaji lewat tablet, cara kita, promoted hijab ke anak muda pasti bedalah dengan sepuluh tahun. Step by step dan nggak bisa dibombardir secara langsung," kata dia.
Mengenai potensi budaya lokal Indonesia yang kerap digadang-gadang untuk industri fesyen, Rahmat ingin melihat industri lebih memiliki sosial kultural.
" Di Desa Wanarata, ada desa yang terisolir. Kami berusaha mereka bisa lepas dari itu. Di JFW kami pakai tenun mereka, tapi untuk fast fashion, kami pakai tenaga dan kreativitas mereka. Jadi, komersialsi budaya itu tidak harus menempelkan batik, misalnya, pada baju kita, tapi bisa sosial impact-nya," ucap dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya