7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Pemerintah ingin menyatukan koordinasi pengaturan keuangan syariah. Dengan begitu, pertumbuhan keuangan syariah bisa terarah dengan baik.
" Sekarang ini belum ada upaya terkoordinasi dengan baik," kata Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro, dalam acara 12th World Economic Forum di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Selasa 2 Agustus 2016.
Bambang menyontohkan, Bank Indonesia selama ini lebih fokus pada sisi likuiditas perbankan. Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih kepada pengembangan institusi keuangannya, dan Kementerian Keuangan lebih kepada bagaimana memanfaatkan keuangan syariah.
Dengan koordinasi yang terpadu ini, profil keuangan syariah di Indonesia akan terlihat.
" Kami mau setiap inisiatif memiliki tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan keuangan syariah di Indonesia secara signifikan dan ekonomi syariah harus sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia, seperti mengurangi kemiskinan dan pengangguran," kata dia.
Selain itu, Bambang juga menjelaskan alasan keuangan syariah di Malaysia tumbuh pesat. Menurut dia, pendorongnya adalah ada pusat yang mengatur keuangan syariah, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM).
Aset perbankan Malaysia hampir 20 persen, sedangkan perbankan syariah di Indonesia kurang dari 5 persen.
" Ya, itu karena upayanya sendiri-sendiri. Satu bergerak ke sana dan satu bergerak ke sana. Nah, sekarang ini dikoordinasikan dan lebih sinkron," kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?