Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mark Zuckerberg, CEO Facebook (www.thenextweb.com)
Dream - Pendiri sekaligus CEO raksasa media sosial Facebook Inc, Mark Zuckerberg ternyata mempunyai misi khusus datang ke Indonsia. Usai bertemu presiden terpilih Joko Widodo, orang terkaya di dunia ini berniat memperluas jangkauan pengguna internet di Indonesia.
Lewat internet.org, Mark Zuckerberg bersama operator telepon seluler XL Axiata dan Ericsson berupaya menyediakan akses internet yang lebih luas serta efiseisni data dan jaringan.
Mengutip data yang dirilis Facebook, hingga saat ini baru sekitar 30% penduduk dunia yang telah mengakses internet. Permasalahan jangkauan akses internet dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli paket data disebut sebagai faktor yang menghambat konektivitas seseorang dengan dunia luar.
" Selain kendala jaringan, akses internet belum merata juga dipengaruhi banyak batasan lain seperti teknik, infratruktur, hingga ekonomi," ucap Mark Zuckerberg, CEO and Cofounder Facebook dalam keterangan resmi yang diterima Dream, Senin 13 Oktober 2014.
Upaya peningkatan efisiensi dengan merilis aplikasi minim data diakui menjadi cara yang terus diupayakan para pengembang. Hal ini sejalan dengan misi utama internet.org untuk membawa akses internet ke dua per tiga penduduk dunia yang belum terhubung ke jaringan internet secara maksimal.
Menganggap memiliki visi yang sama, pria berambut keriting ini menyebut kerjasama Facebook dengan XL Axiata dan Ericsson di Indonesia sebagai upaya memastikan kondisi koneksi. Harapannya semua orang bisa tetap menggunakan internet.
Kedepannya, pihak Facebook memastikan akan menjalin kerjasama dengan banyak pihak lain. Di samping pembangunan koneksi yang disesuaikan dengan lokasi dan masyarakat juga jadi bagian penelitian yang dilakukan Facebook.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya