Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Tertekan Sentimen Regional

Reporter : Syahid Latif
Senin, 13 Oktober 2014 09:35
Indeks Syariah Tertekan Sentimen Regional
Pelaku pasar memasang posisi menanggapi kabar perlambatan ekonomi dunia.

Dream - Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global membawa tekanan baru pada bursa saham global dan domestik. Aksi jual pelaku pasar mendorong sebagian besar indeks saham di zona merah.

Pada penutupan akhir pekan lalu, indeks Dow Jones Amerika Serikat yang terpangkas 115,15 poin (0,69%), membuat bursa saham Asia kembali rontok. Sentimen negatif ini menyeret Bursa Efek Indonesia.

Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi 25,59 poin (0,52%) ke level 4.937,36.

Di sesi pembukaan, IHSG masih kurang tenaga namun dengan laju pelemahan yang mulai berkurang. IHSG terkoreksi 23,40 (0,47%) ke level 4.939,55

Tercatat hanya dua emiten yang memulai perdagangan di awal pekan dengan bergerak ke zona hijau. Sebanyak 31 emiten lainnya melemah dan 12 lainnya stagnan.

Nilai transaksi perdagangan di awal pekan ini mencapai Rp 25,76 miliar dari aksi jual beli 56.458 lembar saham. Pemodal asing kembali melakukan aksi jual saham dengan nett sell hingga Rp 14,42 miliar.

Koreksi yang melanda IHSG juga merembet sampai bursa saham syariah. Indeks Saham Syariah indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah 0,75 poin (0,47%) ke level 159,12.

Tercatat hanya 1 emiten yang bergerak menguat sementara 24 lainnya melemah dan 11 stagnan.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 14,5 miliar dari perpindahantangan 42.237 lembar saham.

Di sesi pembukaan, ISSI juga kembali melemah dengan koreksi 0,64 poin (0,4% ke level 159,23.

Hal serupa dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 4,35 poin (0,66%) ke level 541,64.

Sebanyak 38.959 lembar saham ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai Rp 14,06 miliar

seluruh indeks saham di kawasan Asia bergerak melemah dengan koreksi terdalam dialami Strait Times Singapura 1,63%. Diikuti Shanghai Composite 1,2 persen dan Hang Seng Hong Kong 0,82 persen. Bursa saham Jepang sendiri tengah libur

KUrs rupiah pagi ini masih stagnan di level 12.210 per dolar AS. Sleuruh mata uang tercatat melemah terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan sentimen negatif dari bursa di kawasan regional Asia yang tidak terlalu besar, cenderung membuat IHSG bergerak flat pada pergerakan hari ini.

" Pelaku pasar yang melakukan positioning menjelang pelantikan Jokowi, diperkirakan bakal membuat IHSG cenderung menguat," katanya.

Namun, lanjut Satrio, masih adanya kemungkinan munculnya tekanan jual dari pemodal asing yang cukup besar, diperkirakan bakal membuat IHSG sulit untuk bergerak naik terlalu banyak.

IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran 4933-4995. Hanya penutupan diatas 4995 yang akan memberikan signal positif pada pergerakan IHSG selanjutnya.

Beri Komentar