Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sindikasi bank syariah baru saja menandatangani kerja sama pembiayaan syariah untuk proyek jalan tol Soreang-Pasar Koja. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyambut baik pendanaan syariah bagi proyek infrastruktur.
" Pembiayaan ini merupakan upaya kita bersama untuk mendukung pembangunan infrastuktur, terutama jalan tol," kata Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna, dalam acara " Signing Pembiayaan Sindikasi Syariah Jalan Tol Soroja" di Jakarta, Kamis 22 September 2016.
Herry mengatakan selama ini pembiayaan jalan tol senantiasa menggunakan pendanaan dari lembaga keuangan konvensional. Dia mengeluhkan kendala yang ditemui dengan pembiayaan skema konvensional.
" Setelah dicoba, realisasi volume (pembiayaan) tidak memenuhi yang diperjanjikan. Itu sudah masalah," kata dia.
Herry mengatakan skema pembiayaan syariah menjadi solusi bagi pembiayaan infrastruktur yang biasanya merupakan pembiayaan jangka panjang ini. " Dengan skema (syariah) ini, kami melihat permasalahan bisa diatasi. Kami melihat ada kolaborasi, ada keseteraan antara peminjam dengan pemberi pinjaman," kata dia.
Herry bahkan berharap pembangunan jalan tol nantinya bisa menggunakan skema syariah. Bahkan, pembiayaan syariah diharapkan bisa menjadi pembiayaan utama bagi proyek tol.
" Kami mengharapkan bisa dikembangkan dengan skala yang lebih besar dan tidak berhenti di sini," kata dia.
Sekadar informasi, sindikasi bank syariah yang terdiri dari Bank Muamalat Indonesia, Bank Jateng Syariah, Bank DIY Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Kalsel Syariah, dan Bank Sulselbar Syariah. Jumlah pembiayaannya sebesar Rp834 miliar dan tenornya selama 14 tahun.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya