Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Orang Berhaji.
Dream – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengklaim tengah mengelola dana Rp110 triliun. Dari jumlah itu, 15 hingga 20 persen dana kelola haji bisa diinvestasikan langsung. Salah satu negara yang dibidik untuk investasi dengan dana itu adalah Arab Saudi.
“ Tahun depan kami prioritaskan investasi di Arab Saudi,” kata Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 14 Desember 2018.
Anggito mengatakan, investasinya terkait dari penerbangan, hotel, sampai katering. Investasinya bersifat long term alias jangka panjang. “ Itu yang kami prioritaskan pada tahun depan. Itu yang sedang kami lakukan,” kata dia.
Pengelolaan dana haji, tambah Anggito, tiap tahun terus meningkat sekitar Rp10 triliun. Dia mnyebut dana haji bisa mencapai Rp150 triliun pada 2022. Hasil investasinya bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas haji dan biaya efisiensi haji.
Sementara, Wakil Presiden, Jusuf Kalla, sebagaimana dikutip Merdeka.com, mengusulkan dana haji diinvestasikan di sektor infrastruktur Indonesia.
Menurut JK, investasi BPKH tak hanya dilakukan di bidang urusan haji, tapi bidang lainnya. Kalau dilakukan di bidang perhotelan, transportasi, dan katering, itu hanya bisa dimanfaatkan selama tiga bulan saat musim haji.
Dia mengingatkan puluhan tahun silam juga pernah dilakukan investasi dana haji dengan membeli kapal. Namun, kemudian rugi karena kapalnya hanya dipakai dalam waktu tiga bulan.
" Ini yang harus serius dibicarakan, investasi jangka panjang apa yang bisa dilakukan,” kata Jusuf Kalla di Jakarta.
Jusuf Kalla menambahkan, kalau BPKH hanya menanamkan modal dalam bentuk deposito, investasinya akan kalah dari inflasi. Dia berpendapat dana haji bisa digunakan untuk membangun jalan tol atau membeli lahan sawit.
" Investasi harus lebih hati-hati. Kalau pengalaman kita investasi jangka panjang akan menambah terus. Dana haji bisa untuk beli kebun sawit di Sumatera, tol, atau listrik. Semua bisa," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya