Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jajaran Direksi PT BSM (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) melaporkan laba bersih untuk kinerja tahun 2017 mencapai Rp365 miliar. Perolehan untung perusahaan tersebut meningkat 12,22 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp325,4 miliar.
" Alhamdullilah, kami bersyukur atas pencapaian tersebut dan berterimakasih kepada stakeholders atas kepercayaannya kepada Mandiri Syariah," ujar Direktur Utama BSM, Toni EB Subari, di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.
Toni melaporkan, aset BSM tahun lalu juga mengalami peningkatan sebesar 11,55 persen menjadi Rp87,84 triliun. Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK) pada triwulan IV 2017, tumbuh sebesar Rp7,95 triliun menjadi Rp77,90 triliun pada Desember 2017.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, DPK BSM tercatat sebesar Rp69,95 triliun, atau tumbuh 11,37 persen. Khusus untuk dana murah, BSM melaporkan pertumbuhan terbesar ditopang dari tabungan yang naik 13,3 persen menjadi Rp31,38 triliun.
Kinerja positif juga dibukukan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu di bisnis pembiayaan. BSM mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,20 persen.
Pertumbuhan itu turut diimbangi dengan perbaikan kualitas pembiayaan yang tercermin dari penurunan rasio Non-Performing Financing (NPF) Nett dari 3,13 persen menjadi 2,71 persen.
© Dream
Toni mengatakan, pertumbuhan pembiayaan BSM didominasi segmen ritel. Hal ini sejalan dengan upaya refocusing bisnis BSM pada segmen wholesale dan ritel.
" Segmen ritel mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi," kata Toni.
Segmen ritel yang terdiri atas pembiayaan di bidang consumer, pawning, dan UMKM tumbuh sebesar 11,48 persen menjadi Rp34,31 triliun. Tahun lalu, pembiayaan untuk segmen ini tercatat sebesar Rp30,78 triliun.
Sementara untuk pembiayaan wholesale tumbuh 9,90 persen year on year (Y on Y).
(sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya