Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Dalam beberapa hari terakhir sejumlah kementerian mulai melaksanakan program orientasi untuk para Calon Pegawai Negeri Sipil. Para menteri diundang untuk memberikan motivasi bagi para abdi negara baru itu.
Diantara para menteri itu adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Sejumlah wejangan diberikan para pembantu presiden itu pada CPNS baru.
Menteri Susi yang menjadi Nahkoda di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pengarahan pada 248 CPNS pada 5 Maret 2018 lalu. Dalam arahannya, menteri nyentrik itu sempat menyinggung soal pendidikannya yang hanya SMP namun bisa menjadi seorang menteri.
“ Kalian ini pendidikannya jauh dari ibu semuanya. Ijazah saya hanya SMP," kata Susi blak-blakan di depan para CPNS yang memang seluruhnya lulusan sarjana.
Susi mengatakan meski hanya berbekal ijazah SMP, presiden Joko Widodo memberikan amanah menjadi menteri karena dia selalu berupaya bekerja keras, jujur, lurus, berani memutuskan, dan memiliki kemauan yang tinggi.
" Kalau tidak memilikinya, mau ijazah bertumuk-tumpuk pun saya tidak akan menjadi menteri," ujarnya.
Menteri yang juga pengusaha tambak ikan itu mengatakan mengenyam pendidikan tinggi memang hal penting. Namun hal itu tak menentukan segalanya.
Justru pembeda seseorang di dunia kerja terletak pada dedikasi, komitmen dan integritas.
Hampir senada dengan Susi, Menaker Hanif Dhakiri berpesan pada 152 CPNS di lingkungan kementeriannya untuk selalu menjungjung tinggi dan menjaga integritas serta memiliki daya saing yang tinggi.
Di sisi lain, lanjut Hanif, CPNS juga harus menjadi pribadi yang tampil di atas standar.
”Caranya gampang, kita harus berusaha di atas standar. Misalnya yang lain bangun jam 5 pagi, kita harus bangun lebih dulu dari mereka dan melakukan aktivitas yang akan meningkatkan daya saing kita,” ujarnya.
Tak lupa Haif berpesan agar CPNS mengedepankan profesionalisme, memliki prinsip sebagai pelayan masyarakat, bukan dilayani.
“ Orientasi pemerintah saat ini sudah bergeser, dari yang dilayani menjadi melayani. Posisi kita sebagai pelayan rakyat," ujar Hanif.
(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan