Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Apple Bukanlah Perusahaan Termahal Sepanjang Sejarah
Dream – Ketika ditanya perusahaan termahal di dunia, kita pasti akan langsung menyebut nama Apple, Microsoft, atau Saudi Aramco. Jawaban itu memang tak sepenuhnya salah. Setidaknya untuk saat ini.
Tahukah Sahabat Dream jika perusahaan termahal di dunia sepanjang sejarah ternyata berdiri di Indonesia.
Perusahaan yang bernilai paling tinggi di dunia sepanjang masa yang ada di Indonesia itu adalah Verenidge Oost—Indische Compagnie atau sering disingkat VOC.
Nama VOC yang merupakan perusahaan kongsi dagang milik Belanda ini pasti dikenal oleh semua orang Indonesia.
Dikutip dari Visual Capitalist, Selasa 11 Juni 2019, VOC didirikan pada 1602. Meskipun berupa sekutu dagang, perusahaan ini mendapatkan hak istimewa dari pemerintah Belanda. Mereka mendapatkan monopoli perdagangan dan melakukan perjalanan ke tempat-tempat misterius dan asing.
VOC bisa mendapatkan barang-barang eksotis, membangun koloni, bahkan bisa menciptakan militer dan memulai perang atau konflik!

Selama 21 tahun, perusahaan ini diberikan monopoli dagang oleh pemerintah Belanda untuk berdagang rempah-rempah di Asia. VOC mengirim lebih dari satu juta pelayaran ke Asia. Jumlah ini melebihi pelayaran seluruh Eropa.
Sekadar informasi, tak ada tolok ukur yang nyata untuk menentukan nilai perusahaan ini. Tapi, VOC bisa “ diukur” dari masa kejayaannya pada 1637. Kala itu terjadi Tulip Mania di Belanda.
Para periode tersebut, perusahaan yang juga sempat mencengkeram pengaruh mereka di Indonesia ini bernilai 78 juta gulden atau sekitar US$7,9 triliun (Rp112.634,77 triliun) pada zaman modern.
Menariknya, VOC memiliki nilai yang sama dengan PDB Jepang senilai US$4,8 triliun (Rp68.436,32 triliun) ditambah dengan Jerman US$3,4 triliun (Rp48.475,72 triliun).
Lalu, nilai VOC sama dengan 20 perusahaan terbesar dunia. Sebut saja, Microsoft, Apple, Amazon, ExxonMobil, dan Tencent. Bahkan, nilai Apple hanya 11 persen dari VOC.
Perusahaan kongsi dagang ini memiliki 70 ribu karyawan dan bertahan lebih dari 400 tahun (perusahaan ini bangkrut pada 1799).
Sebagai perbandingan, ini adalah perusahaan kelas dunia yang mencapai puncak.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
