Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Janda Bolong Ini Laku Senilai Rp31 Juta. (Foto: Oddity Central)
Dream – Selama pandemi COVID-19, tanaman janda bolong naik daun. Meningkatnya minat masyarakat yang mendadak suka berkebun membuat harga tanaman bernama latin Monstera adansonii ini ikut terkerek.
Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 1 Mei 2021, tanaman rumahan ini dijual seharga US$12 (Rp173.196). Namun untuk specimen langka, harga tanaman ini melejit hingga US$2.200 atau sekitar Rp31,75 juta.
Pusat taman di Lovendegem, Belgia, baru-baru ini menjual tanaman janda bolong yang langka. Tanaman ini laku senilai puluhan juta rupiah dalam waktu 15 menit.
Ternyata, tanaman janda bolong yang “ langka” itu memiliki tinggi 15 cm. Tapi, ada mutasi yang sangat langka di dedaunan. Hal ini membuat daunnya berubah menjadi kuning atau hijau. Sekadar informasi, biasanya daun janda bolong itu berwarna hijau.
Tanaman tipe ini tentu secara visual tidak mungkin untuk tumbuh. Tapi, kolektor berkeinginan untuk membayar dengan harga yang lebih tinggi agar bisa memboyongnya ke rumah.
“ Ini adalah specimen spesial yang tidak bisa dipanen,” kata Marketing Manager Intratuin Lovendegem, Arne Schurmans.
Schurmans juga takjub tanaman ini terjual sangat cepat. Dikatakan bahwa pembelinya adalah kolektor tanaman.
“ Kami tidak mau memberikan tanaman seperti ini kepada pelanggan biasa,” kata dia.
Di samping harganya yang bikin menangis, tanaman mutan ini juga punya masalah kesehatan. Dikatakan bahwa janda bolong itu sensitif terhadap cahaya matahari. Jika terkena cahaya matahari, warnanya akan hilang.
Shcurmans menyebut permintaan tanaman yang unik-unik menanjak selama pandemi. Dikatakan bahwa ada saja pelanggan yang ingin mengkoleksi jenis-jenis yang spesial. Misalnya Philodendron pink senilai 140 euro (Rp2,44 juta) yang laku dalam waktu dua jam.
“ Kami berusaha untuk merespons tanaman yang sedang hype selama krisis COVID-19 dan permintaan untuk tanaman yang spesial,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya