7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream – Saat Ramadan, terutama di sepuluh hari terakhir, biasanya umat Islam melakukan itikaf di masjid. Mereka mempertebal ibadah, mulai dari berzikir, membaca Alquran, hingga menjalankan sholat sunah.
Itikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. Ibadah sunah ini dilakukan dengan tata cara tertentu. Namun, karena tahun ini masih terjadi pandemi Covid-19, itikaf bisa dilakukan di rumah saja untuk mencegah penularan virus corona.
Tata cara itikaf merujuk pada penjelasan Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah RA, yang mengatakan, " Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau." (HR. Bukhari dan Muslim)
Itikaf bertujuan untuk fokus kepada Allah SWT. Selalu dalam kondisi berzikir untuk mengingat Allah dan merenungkan segala perbuatan yang pernah dilakukan.
Allah SWT berfirman dalam Alquran:
" Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: " Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud." (QS. Al Baqarah: 125).
Melalui itikaf, kita mencoba lepas dari segala jerat dunia. Mencoba mengembalikan keimanan yang sempat goyah dan hanya fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Itikaf membuat seseorang merasa lebih nyaman dan hati merasa lebih terbuka. Ketika seseorang beritikaf, maka akan berusaha membersihkan dirinya dari kehidupan dunia. Mencoba mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
" (Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid." (QS. Al Baqarah: 187).
Itu artinya, saat seseorang beritikaf, harus membebaskan diri dari gangguan-gangguan duniawi. Sehingga lebih fokus untuk beribadah.
Ada beberapa sunah yang dilakukan saat beritikaf. " Imam Syafi’i dan ashab (para pengikutnya) berkata, ‘Hal yang utama bagi orang yang beritikaf adalah menyibukkan diri dengan ketaatan dengan melaksanakan sholat, bertasbih, berdzikir, membaca Alquran, dan menyibukkan diri dengan ilmu dengan cara belajar, mengajar, membaca, dan menulis serta hal-hal sesamanya. Tidak dihukumi makruh dalam melaksanakan satu pun dari hal-hal di atas, dan tidak bisa disebut sebagai menyalahi hal yang utama (khilaf al-aula)."
Hal-hal sunnah yang dilakukan selama beritikaf diantaranya adalah
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?