10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Induk OVO, Bumi Cakrawala Perkasa, Ingin Mendorong Digitalisasi Asuransi Di Indonesia. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Induk PT Visionet Internasional (OVO), PT Bumi Cakrawala Perkasa (BCP), mempercepat digitalisasi asuransi di Indonesia. BCP menggandeng anak usaha ZhongAn Online P&C Insurance Co., Ltd., ZA Tech, untuk membuat joint venture platform teknologi asuransi (insurtech) di Indonesia.
Dikutip dari keterangan tertulis BCP, Selasa 22 Desember 2020, kerja sama ini juga bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, terutama asuransi. Disebutkan bahwa angka penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, yaitu 1,7 persen dari 265 juta orang Indonesia yang saat ini dilindungi oleh asuransi swasta.
Di sisi lain, Indonesia juga merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat rata-rata di atas 5 persen dalam tiga tahun terakhir.
“ Melalui kemitraan ini, kami percaya bisa dapat bersama-sama mendorong transformasi digital di Indonesia untuk perusahaan asuransi, sehingga mempercepat adopsi asuransi di Indonesia,” kata Presiden Direktur BCP, Jason Thompson, di Jakarta.
Thompson mengharapkan kolaborasi ini bisa menjadi katalis bagi pasar asuransi di Indonesia. Dengan memanfaatkan insurtech, perusahaan asuransi akan lebih mudah untuk mendigitalisasi produk mereka, dimana proses back-end yang manual dapat diotomatisasi dan hitungan premi yang rumit menjadi jauh lebih sederhana.
Hal ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk dapat menawarkan produk asuransi digital dengan lebih cepat dan lebih terjangkau. Pada akhirnya, kerja sama itu dapat mengakselerasi transformasi digital industri asuransi di Indonesia.
“ Dengan hadirnya insurtech, konsumen akan mendapatkan keuntungan dengan dapat mengakses berbagai produk asuransi inovatif dalam berbagai kategori dengan premi yang beragam,” kata dia.
CEO ZA Tech, Bill Song, juga optimistis kolaborasi itu bisa menggenjot percepatan transformasi digital untuk industri di Indonesia. Song mengatakan rendahnya kesadaran akan manfaat dan peran asuransi sebagai alat perlindungan, tabungan dan manajemen aset di Indonesia adalah suatu tantangan yang ingin kami tangani. Pandemi saat ini semakin menyoroti pentingnya asuransi untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“ Kami yakin bahwa kerja sama dengan BCP ini akan mempercepat adopsi asuransi digital dan memungkinkan akses yang mudah serta aman ke layanan asuransi digital bagi masyarakat Indonesia,” kata dia.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli