7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Maksud Hati Ingin Freelance, Tapi Apa Daya Sering Bingung Melakukan Hal Yang Harus Dilakukan Pertama Kali. (Foto: Shutterstock)
Dream – Freelance menjadi salah satu alternatif untuk mengisi waktu luang atau menambah pundi-pundi pemasukan di luar pekerjaan utama. Kelebihan profesi ini adalah kamu bisa melakoninya sembari menunggu panggilan wawancara kerja.
Dikutip dari Lifepal, Senin 29 Juni 2020, tak sedikit orang bingung untuk memulai kerja freelance. Supaya tidak kebingungan, yang perlu kamu lakukan pertama kali adalah mengetahui jasa atau jenis pekerjaan apa yang bisa ditawarkan kepada klien atau perusahaan. Setelah itu, kamu bisa mencari cara memasarkan jasa.
Kamu bisa menentukan minat atau kemahiran, lalu buat daftar yang menurutmu bisa mendatangkan uang. Sebagai saran, kamu jangan membatasi diri sebelum memulai.
Sebelum terjun ke profesi ini cobalah membuat riset kebutuhan pasar. Sebagai contoh, penulis skenario drama lebih diperlukan daripada ahli pembuat sepatu. Pertimbangkan berapa banyak orang yang akan membutuhkan jasa kita.
Langkah berikutnya adalah mencari tahu berapa tarif pasaran per jam yang kompetitif. Kemudian, tentukan berapa jam ingin bekerja dalam sehari.
Kamu harus bisa memanfaatkan freelancer dalam mengatur waktu secara fleksibel. Jika ingin rehat sejenak dari proyek yang makan banyak jam kerja, kamu bisa mengurangi waktu kerjamu.
Di sisi lain, ternyata banyak juga freelancer yang memiliki waktu luang lebih banyak untuk menyalurkan hobi. Sebagian freelancer justru menjadi lebih sibuk daripada rutinitas seorang pekerja kantoran.
Tentu hal ini bergantung kepada target kita masing-masing yang memutuskan menjadi freelancer. Apakah ada target tertentu yang mengharuskan kita mendapatkan jumlah penghasilan/klien tertentu atau sekadar kerja sampingan demi mengisi waktu dan mencari penghasilan tambahan?
Jangan lupa bahwa kita berbisnis untuk kepentingan diri sendiri. Makanya, kita harus bisa mempromosikan produk dan keterampilan pribadi untuk keberlangsungan penghasilan.
Terakhir, terimalah peluang. Saat pertama kali memulai, kita mungkin belum memiliki banyak pekerjaan untuk ditampilkan.
Untuk membangun portofolio atau resume, kamu harus menikmati setiap kesempatan yang dimiliki untuk menunjukkan jasa yang dapat kita kerjakan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?