Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Ilustrasi Cara Sholat Jumat Yang Benar Sesuai Sunnah. (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Cara sholat Jumat mengikuti satu atau dua kali adzan termasuk khilafiyah di antara para ulama.
Sholat jumat merupakan sholat yang wajib ditunaikan bagi umat muslim laki-laki pada hari Jumat. Sementara bagi perempuan, hukum melaksanakan sholat Jumat adalah sunah.
Waktu pelaksaan sholat Jumat ialah pada waktu zuhur. Sehingga pada waktu tersebut di hari Jumat, umat muslim laki-laki diwajibkan pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Jumat.
Cara sholat Jumat sebenarnya mudah untuk dilakukan, yang sulit adalah godaan setan dan kemalasan untuk melaksanakan sholat Jumat.
Mengenai perbedaan pendapat tentang satu atau dua kali adzan ketika akan mendirikan sholat Jumat perlu dipahami bersama. Lantaran keduanya memiliki dasar hukum yang kuat.
Agar lebih jelasnya, simak cara sholat Jumat berikut ini lengkap penjelasan sunah, syarat sah, syarat wajib dan jumlah adzan yang benar sesuai sunah.
Sebelum lebih lanjut membahas tentang cara sholat Jumat, Sahabat Dream juga perlu mengetahui sunah apa saja yang dilakukan sebelum melaksanakan sholat Jumat.
Cara sholat Jumat sebenarnya sama dengan cara mengerjakan sholat sunah dua rakaat pada umumnya yang diawali niat dan diakhiri dengan salam.
Namun ada perbedaannya yaitu pada sholat Jumat dikerjakan usai khatib selesai menyampaikan dua khutbah. Kemudian khatib turun dari mimbar sedangkan muadzin mengucapkan iqamah sebagai tanda sholat Jumat akan segera dimulai.
Gerakan sholat Jumat pun juga sama dengan gerakan sholat pada umumnya. Begitu pula dengan bacaan di dalamnya. Agar lebih jelasnya, berikut serangkaian cara sholat Jumat yang perlu diperhatikan bagi laki-laki muslim yang sudah memiliki kewajiban menjalankan sholat Jumat:
Artinya: " Aku niat melakukan sholat Jumat dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Perkara adzan satu kali atau dua kali menjelang sholat Jumat sebaiknya tidak diperdebatkan lagi. Sebab hal ini sudah diperdebatkan di kalangan ulama sejak dulu.
Adzan merupakan syariat yang telah dilakukan sejak jaman Nabi Muhammad SAW untuk mengingatkan kaum muslimin akan masuknya waktu sholat. Dilansir dari Islam Pos, adzan adalah bagian dari syariat Islam yang merangkai pada sholat dimulai pada tahun pertama hijriyah.
Adzan dan iqamah dikumandangkan sekali dalam setiap waktu sholat, hal ini berlaku sejak jaman Nabi, Abu Bakar dan Umar. Hal ini juga berlaku untuk adzan pertanda waktu sholat Jumat.
Adanya adzan dua kali menjelang sholat Jumat mulai berlaku ketika masa Sahabat Utsman bin Affan RA. Saat itu beliau menyadari umat Islam semakin banyak dan diperlukan pemberitahuan adzan untuk sholat Jumat lebih dari sekali.
Penambahan adzan menjelang sholat Jumat menjadi dua kali ini sebagaimana diriwayatkan dalm Kitab Shahih Imam Bukhari. Bahwa As Saib bin Yazid meriwayatkan “ pada masa Nabi SAW, Abu Bakar, dan Umar, adzan untuk sholat Jumat dilakukan ketika khatib telah duduk di mimbar. Ketika masa Utsman, dan jumlah umat Islam semakin banyak, dia menambah adzan pertama, dengan dikumandangkan kembali adzan di Zawra’ (Adzan kedua).”
Dua kali adzan menjelang pelaksanaan cara sholat Jumat tersebut telah dilegitimasi oleh Dewan Fatwa Mesir. Bahwa tindakan Utsman bin Affan tersebut tidak menyimpang dari syariat. Sebab telah disetujui oleh para sahabat dan diteruskan pada masa pemerintahan sahabat Ali bin Abi Thalib hingga sekarang.
Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menyebutkan adzan dua kali menjelang sholat Jumat termasuk bid’ah hasanah. Bahkan adzan dua kali juga telah mendapat legitimasi dari Nabi SAW melalui hadisnya:
“ Siapa dari kalian yang masih hidup setelahku akan melihat banyak perselihan. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunahku dan sunah para Khulafau Rasyidin.” (HR. Ibnu Hibban dan Al Hakim).
Kesimpulannya, adzan sekali ataupun dua kali menjelang Sholat Jumat adalah benar semuanya. Karena keduanya dilakukan berdasarkan dalil yang kuat. Maka sudah sepantasnya hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi, terlebih saling menyalahkan.
Wallahu a’lam.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia