7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ibu Sri (Foto: YouTube Pecah Telur)
Dream - Pandemi Covid-19 memang telah berakhir, pemerintah bahkan sudah tidak lagi mewajibkan masyarakat memakai masker di luar ruangan.
Namun ternyata saat pandemi Covid-19 yang mencekam lalu, ada berkah yang berlimpah bagi pengusaha berikut ini. Dia mendapatkan omzet ratusan juta.
Dia adalah Ibu Sri dari Tulungagung yang membuka usaha aksesoris sejak tahun 2016. Pada tahun 2020, Ibu Sri mendapatkan omzet yang sangat besar senilai Rp330 juta.
Ibu Sri berasal dari Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Wanita 44 tahun ini merintis bisnis dari berjualan via media sosial, hingga merambah ke marketplace.
Saat beralih ke marketplace, dia mendapatkan orderan yang semakin banyak.
“ Di sela-sela waktu luang aku belajar bikin aksesoris, lalu dijual di sosial media. Ada facebook, Instagram. Awal-awalnya dijual di situ, lalu merambah ke marketplace,” cerita Ibu Sri dikutip dari YouTube Pecah Telur.

Namun, berjualan aksesoris tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ibu Sri mengatakan bahwa menjalankan bisnis aksesoris membutuhkan kerja otak yang terus menerus.
Masa winning product bisnis aksesoris hanyalah tiga bulan. Setelah tiga bulan, Ibu Sri harus putar otak melakukan inovasi untuk membuat produknya.
“ Kalau aksesoris itu mas, masa winning product-nya itu kan tiga bulan ya, itu harus bikin produk lagi. Kalau kita memang niat berjualan aksesoris harus selalu berinovasi,” terang Ibu Sri.
Pada 2019, Ibu Sri berjualan masker kain. Penjualannya melonjak pada tahun 2020 ketika virus Covid-19 menyerang.
“ Tahun 2020 ternyata Covid, nah ini rezeki aku banget, jadi lonjakannya itu persentasenya itu ada kali 1000 kali lipat," kata Ibu Sri.
Wanita kelahiran Jawa Timur ini harus merekrut banyak penjahit. Menurutnya, penjualan saat itu menjadi yang paling bagus selama berjualan di marketplace. Bahkan pada tahun tersebut, dia mampu mendapatkan omzet Rp330 juta perbulan.
“ Jualan masker sampai 2020 bulan tiga itu sampai Rp330 juta per bulan,” lanjutnya.

Sementara itu, produk aksesorisnya pun berhasil dijual sampai ke luar negeri, seperti strap masker yang banyak terjual di negara tetangga.
“ Saat ini strap masker, masih winning. Mungkin penjualan ke luar negeri juga, yang masih laku itu, sih,” terang Ibu Sri.
“ Malaysia, Singapura, sama Thailand. Tiga negara itu yang paling banyak,” lanjutnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?