7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Eiger (Foto: Liputan6.com)
Dream - Eiger mendadak jadi perbincangan usai viral di media sosial sebuah unggahan yang menunjukkan salah satu produknya bertuliskan “ Made In China”. Padahal, selama ini orang memahami bahwa Eiger adalah produk lokal buatan Bandung.
Eiger bisa dikenal hingga menembus luar negeri berkat kegigihan pendirinya, Ronny Lukito, pria asal Bandung yang lahir pada 15 Januari 1962.
Anak ke tiga dari lima bersaudara ini hanyalah lulusan Sekolah Teknologi Menengah (STM) dan bukan berasal dari keluarga kaya. Karena keterbatasan ekonomi, dia mengubur impian untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Ronny membantu ayahnya berjualan yang memiliki toko khusus tas. Dari situlah dia mendapatkan banyak pengalaman bisnis, hingga suatu hari Ronny mempunyai dua mesin jahit yang menjadi awal dirinya memproduksi tas dengan merek sendiri.
Ronny pun berhasil menjual tasnya dengan menembus toko-toko besar seperti Matahari, Ramayana, Gunung Agung, dan department store lainnya.
Ronny mendirikan PT. Eigerindo Multi Produk Industri atau dikenal sebagai Eiger pada tahun 1993 di Bandung untuk memenuhi berbagai kebutuhan perlengkapan dan peralatan bagi para penggiat kegiatan alam.
Nama Eiger terinspirasi dari Gunung Eiger berketinggian 3.970 mdpl dan menjadi “ gunung tersulit didaki” ke-3 di dunia yang terletak di Bernese Alps, Swiss.
Kini, Eiger menyediakan tiga produk utama, yaitu Mountaineering yang berorientasi pada kegiatan pendakian gunung, Riding yang berfokus pada penjelajahan sepeda motor, serta Authentic 1989 yang terinspirasi dari gaya klasik para pencinta kegiatan petualangan alam terbuka yang diwujudkan dalam desain yang kasual dan stylish
Pada tahun 2009, Eiger terdaftar sebagai salah satu Top 250 Produk asli Indonesia oleh sebuah majalah bisnis Swa.
Eiger memperluas jaringan ritelnya dengan membuka Eiger Adventure Store (EAS) di Bandung pada tahun 2012 yang memiliki luas 1.500 meter dengan aristektur bergaya alam.R
Ronny mengklaim jika EAS merupakan outlet terbesar di dunia dengan fasilitas lengkap di bidang adventure
“ Kami menyelami berbagai kebutuhan gaya hidup dan menghasilkan berbagai brand berkualitas seperti Exsport, Bodypack, Eiger, dan Outlive. Kini kami tersedia di lebih dari 350 toko fisik di Indonesia,” tulis Eiger dalam situs resminya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?