Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Viral Pernikahan Mewah Di Tuban, Bawa Seserahan Sapi Hingga Mobil Rp400 Juta: Jangan Sampai Dilihat Calon
Dream - Jika umumnya seserahan yang diberikan calon pengantin pria untuk calon istrinya berupa pakaian, make up, dan emas, hal berbeda justru dilakukan oleh pria asal Tuban ini.
Warga Desa Ngampelrejo itu memberikan seserahan mewah berupa sapi hingga mobil seharga Rp400 juta untuk calon istrinya.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @info_tuban, terlihat iring-iringan mobil yang membawa seserahan pernikahan ke rumah mempelai wanita.
Tak main-main, pengantin sultan itu membawa satu ekor sapi, mobil mewah berwarna merah, hingga gabah yang diangkut dengan lima mobil pikap.

" Untuk calon istrinya, pria asal Desa Ngampelrejo ini memberikan seserahan berupa satu unit mobil, kambing, gabah, lemari hingga sapi,” tulis keterangan akun.
Tidak diketahui pasti pekerja calon pengantin pria, namun pernikahan dengan seserahan mewah ini berhasil mencuri perhatian warganet.
" Jangan sampai calonku dan calon kalian lihat postingan ini," tulis @areanaufal
Salah satu netizen menceritakan tradisi pernikahan di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Di mana pihak laki-laki biasanya membawa seserahan sebagai tanda pengikat hati antara dua keluarga.
Barang-barang yang dibawa biasanya memiliki makna dan doa untuk kesejahteraan kedua calon mempelai.

“ Mulai dari bahan pangan, perabot rumah tangga, hewan ternak bahkan tak jarang menyertakan alat transportasi. Tradisi ini biasa dilakukan sebagai bentuk keseriusan seorang mempelai pria terhadap sebuah hubungan,” tulis @idgarpriyo
Jika rumah antara calon pengantin laki-laki dan calon pengantin perempuan dekat, misalnya berada dalam satu desa atau desanya bersebelahan, pihak mempelai laki-laki akan mengarak barang-barang seserahan menuju rumah mempelai perempuan pada pagi hari sebelum acara pernikahan dilangsungkan. Masyarakat Kecamatan Bancar biasa menyebutnya sebagai tradisi Metu Esok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya