7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Toko Mega Segar (TikTok @pinotjohnny)
Dream - Warga asli Bogor, Jawa Barat pasti takkan aneh mendengar nama Toko Mega Segar. Di Kota Hujan, Mega Segar dikenal sebagai nama toko yang berjualan baju sejak masa-masa awal kemerdekaan Indonesia dan masih eksis hingga sekarang.
Di tengah banyaknya mal, kios baju, butik, sampai toko online, Toko Mega Segar yang sudah beroperasi sejak pertama kali di tahun 1967 menawarkan berbagai fashion, bahkan dengan merek yang saat ini jarang ditemui.
Toko Mega Segar bisa dijumpai saat mengunjungi Kota Bogor. Barang-barang yang dijual dipastikan keasliannya dan jauh dari istilah KW.
Bagaimana potret toko lawas yang sudah dibangun puluhan tahun ini? Berikut ulasannya.
TikToker dengan akun TikTok @pinotjohnny berkesempatan untuk bertandang ke toko yang beralamat di Jalan Suryakencana No 266 tersebut. Dilihat lokasinya, berada di perempatan gang aut Bogor.

Awalnya Toko Mega Segar dibangun sebagai toko sembako pada tahun 1942 oleh ayah Om Awi yang sekarang mengelolanya.
Namun pemiliknya memutuskan mengubah barang yang dijual dengan menawarkan berbagai item fashion sejak 1967. Toko yang sudah berdiri sekitar 56 tahun ini menjual beberapa merk jadul yang ditemukan seperti celana Elviti, Amco hingga Lea.

“ Dulu ga ada barang palsu, sampai sekarangpun yang dijual barang asli,” tulis keterangan video dikutip Minggu, 30 April 2023.
Bangunan toko ini juga disebut masih asli sejak 1942. Bahkan plafon tokonya masih memakai kayu yang dicat putih. Ketika masuk ke dalam toko, seperti kembali ke masa lalu. Dengan berbagai barang klasik.
Penataan bajunya masih mempertahankan zaman dulu, dengan cara digantung di atas.

Sandal-sandal dan sepatu kulit zaman dahulu masih terjejer rapi di dalam etalase. Hingga parfum merek jadul juga bisa ditemui.
“ Ada sandal dan sepatu kulit jaman dulu dari kulit asli yang sudah jarang ditemui di toko modern,” tulis keterangan postingan.

Menariknya, barang-barang yang sudah dibeli masih dibungkus menggunakan kertas. Masih adakah hal seperti ini di kotamu?

@pinotjohnny Bangunan toko ini masih asli sejak 1942. Dulu adalah toko sembako, yang berjualan ayahnya Om Awi. Tahun 1967, sedikit demi sedikit Om Awi mulai menjual barang barang fashion dan tokonya mulai bernama Mega Segar. Sampai hari ini, tokonya belum mengalami perbaikan besar. Bahkan plafon tokonya masih pakai bilik kayu yang dicat putih. Masuk ke dalam toko, rasanya seperti kembali ke masa lalu. Ada sendal dan sepatu kulit jaman dulu dari kulit asli yang sudah jarang ditemui di toko modern. #bogortempodoeloe #amco #levis #zippo #zippolighter #cardinalcopia ♬ Home - Michael Bublé
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?