Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bumi saat ini dihuni sekitar 2,5 miliar orang dewasa. Namun ternyata, hanya separuh dari penghuni planet ini yang memiliki rekening di bank.
Temuan lebih mengkhawatirkan, justru terjadi di negara-negara muslim. Rasio orang dewasa pemilik rekening tabungan justru lebih rendah lagi.
Dari kawasan Timur Tengah, tercatat hanya 18 persen penduduk dewasa yang memiliki rekening tabungan. Sementara di tingkat Organisasi Kerjasama Negara Islami (OKI) angka lebih baik menjadi 22 persen.
Mengutip laporan Zawya, Minggu, 22 Maret 2015, Amin Mohseni-Cheraghlou, seorang peneliti dari American University, Amerika Serikat menyatakan rasio-rasio tersebut berasal dari data pada tahun 2011.
Sekitar 700 juta orang dewasa yang tinggal di negara-negara OKI dilaporkan tidak memiliki rekening bank atau rekening dengan lembaga keuangan konvensional.
Studi Amin ini menunjukkan bahwa salah satu alasan rendahnya rasio ini disebabkan faktor agama.
Sekitar 12 persen orang dewasa di Timteng atau 17 juta orang dan tujuh persen (47 juta orang) mengaku tak mau memiliki tabungan karena alasan agama.
Melihat kondisi tersebut, Amin yakin kondisi akan berbalik jika negara-negara OKI bisa menerapkan keuangan syariah.
Tak hanya meningkatkan keuangan inklusif, bank syariah bisa membantu mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan antara komunitas Muslim di seluruh dunia.
Keuangan syariah sangat efektif bila diterapkan di kawasan Timteng dan negara-negara OKI. Kedua kawasan ini dianggap tak tersentuh bank karena alasan agama.
Studi oleh Mohseni-Cheraghlou tersebut akan dipresentasikan pada International Conference on Islamic Economics and Finance (ICIEF) ke-10 yang diadakan pada 23-24 Maret mendatang di Doha, Qatar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya