4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafotocom)
Dream - Penutupan bursa saham Indonesia di zona merah seolah memastikan berakhirnya euforia The Fed. Sepanjang waktu perdagangan, sejumlah indeks saham acuan mendekam di teritori negatif.
Pelemahan indeks bursa saham domestik ini seiring dengan koreksi Hang Seng sebesar 0,38 persen. Sebaliknya, Nikkei Jepang justru menguat 0,43 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 20 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,621 poin (0,36%) ke level 172,725.
Koreksi kali ini terseret melemahnya harga saham dari 104 emiten penghuni ISSI. Sementara 65 emiten berhasil masuk zona hijau dan 74 lainnya memilih stagnan.
Sebanyak 37,89 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan dana mencapai Rp 4,90 triliun.
Pergerakan ISSI jelang libur akhir pekan ini sama sekali tak bisa keluar dari tekanan. ISSI bahkan sempat terjun ke posisi terendah 172,177.
Pelemahan lebih dalam dialami indeks saham bluechips, Jakarta Islamic Index (JII). Sebanyak 18 dari 30 emiten penghuni JII menutup perdagangan di zona merah.
Dominasi pelemahan harga saham ini memaksa JII menutup perdagangan dengan melemah 3,182 poin (0,44%) ke level 721,674.
JII masih bisa menyisakan 10 emiten bluechips syariah di zona positif.
Sama dengan ISSI, JII juga tak bsia menembus teritori positif. JII hanya sanggup mencapai level tertinggi 723,445, atau masih berada di rentang negatif.
Kondisi serupa dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Adanya aksi beli sebagian pelaku pasar berhasil menyelematkan IHSG dari pelemahan lebih dalam.
Diseret turunnya harga saham dari 167 emiten, IHSG mengakhisi pekan ketiga Maret dengan melemah 10,789 poin (0,20%) ke level 5.443,065.
Lantai bursa sore ini dibanjiri dana investor hingga Rp 7,09 triliun dengan 65,46 miliar saham beralihatangan. Investor asing yang kemarin membukukan nett buy, tiba-tiba saja melepas kembali sahamnya dengan nett sell Rp 635 miliar.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
