Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden AS
Dream - Tayyip Erdogan, presiden muslim dari Turki sesumbar bisa mengajari orang nomor satu Amerika Serikat (AS), Barack Obama soal reformasi jaminan kesehatan rakyat.
Harian lokal Hurriyet Daily News seperti dikutip Dream dari laman alarabiya.net, Jumat, 20 Maret 2015, mengatakan Presiden Erdogan telah memberikan nasihat kepada Obama soal reformasi jaminan kesehatan.
Nasihat ini disampaikan setelah Erdogan mengaku menerima pesan dari wisatawan AS untuk berbicara pada pemimpinnya mengenai isu tersebut.
" Setelah saya menghadiri Salat Jumat di Masjid Sultanahmet (Masjid Biru di Istanbul), ada turis di dalamnya. Beberapa dari mereka tahu bahwa saya akan mengunjungi AS pada minggu berikutnya. Mereka bertanya bagaimana kita bisa begitu sukses dalam kesehatan dan ingin saya untuk memberitahu tentang hal itu kepada Obama," kata Erdogan.
Pernyataan Erdogan ini diceritakan saat menghadiri upacara peresmian kompleks kesehatan di Ankara pada 18 Maret.
Mendapat pesan tersebut, Erdogan akhirnya benar-benar berbicara kepada Obama.
" Tentu saja, respon negatif ada [di AS] dan membuatnya benar-benar sulit bagi Obama," katanya. Obama saat ini memang menghadapi tentangan dari Partai Republik dalam upayanya memperkenalkan reformasi kesehatan yang tersohor dengan nama ObamaCare. Di Indonesia, program ini mirip dengan jaminan sosial oleh BPJS.
Erdogan menilai Obama kemungkinan hanya bisa menyelesaikan sebagian masalah reformasi kesehatan tersebut.
Tak cuma warga AS, Erdogan juga mengaku mendapatkan apresiasi positif dari negara Eropa dalam kesuksesannya membangun sistem jaminan kesehatan.
" Mereka mencoba untuk membawa kita sebagai model dan membangun sistem serupa di negara mereka. Apakah kita tidak punya kekurangan? Kita lakukan, tapi sekarang kita berada di jalan yang benar menuju sukses, " katanya.
Pada tahun 2003, Partai Keadilan dan Pembangunan Erdogan memperkenalkan program reformasi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan rasio swasta untuk penyediaan kesehatan negara dan membuat perawatan kesehatan yang tersedia untuk bagian yang lebih besar dari populasi.
Pelayanan kesehatan di Turki saat ini dijalankan secara terpusat oleh Departemen Kesehatan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya