Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (ANTARAFoto.com)
Dream - Pelaku pasar kembali merasa nyaman menggelar aksi belanja. Kepastian tak adanya kenaikan suku bunga The Fed membuat sebagian besar indeks saham acuan bergerak menguat.
Tambahan amunisi dari aksi beli investor asing juga membuat indeks acuan saham syariah nyaman melaju di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 19 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,517 poin (0,88%) ke level 173,346.
ISSI menghabiskan waktu perdagangan di zona hijau dengan posisi tertinggi di level 173,590.
Ramainya aksi beli investor menggiring 120 emiten syariah ke zona positif. Sebaliknya, 65 emiten syariah bergerak melemah dan 57 lainnya stagnan.
Aksi jual beli investor kali ini melibatkan 36,67 miliar saham bernilai Rp 4,22 triliun.
Dominasi penguatan harga saham terlihat jelas di jajaran penghuni indeks saham bluechips syariah.
Ditutup menguat 6,539 poin (0,91%) ke level 724,859, Jakarta Islamic INdex (JII) dihuni 21 emiten unggulan syariah yang bergerak menguat.
JII hanya meninggalkan enam emitan bluechips syariah di zona negatif. Sementara 3 lainnya memilih stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks bersisi 30 saham bluechips syariah ini juga bergerak seharian di zona hijau. JII hanya sempat melemah di zona hijau ke level 723,559. Level tertingginya dicetak di posisi 726,622.
Emiten keping biru syariah langganan buruan investor menghiasi daftar pencetak top gainer. Dipimpin UNVR yang menguat Rp 800, top gainer ISSI lainnya ditempati ITMG Rp 425, SMGR Rp 150, PTBA Rp 100, dan ASII Rp 75 per saham.
Lompatan juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) yang menguat 40.703 poin (0,75%) ke level 5.453,854. IHSG bahkan sempat menembus level tertinggi 5.461,297.
Penguatan disokong naiknya harga saham dari 200 emiten dan 110 lainnya tergerus pelemahan.
Dari pasar keuangan, rupiah juga terus bergerak naik. Sore ini rupiah terapresiasi 119 poin (0,90%) ke level 13.036 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya