6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Ketika rupiah masih terpuruk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) justru mencatatkan laba sebesar Rp 14,6 triliun atau naik 3% dibandingkan tahun lalu. Sementara pendapatan usahanya naik 8,1% pada periode yang sama tahun lalu atau sebesar Rp 89,7%.
Berdasarkan keterangan pers Telkom, Kamis 19 Maret 2015, Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga menyebutkan Pendapatan usaha anak perusahaan Telkom, yaitu Telkomsel, bahkan tumbuh dua digit hingga mencapai 10,4%. Sedangkan EBITDA tumbuh 9,7% menjadi Rp 45,8 triliun.
" Hasil ini membuat pertumbuhan triple-double-digit selama tiga tahun berturut-turut," ujar Alex.
Menurut Alex, pendapatan tahun buku 2014 didominasi oleh pendapatan data, internet dan layanan IT (termasuk SMS) dengan kontribusi sebesar 42,0% terhadap total pendapatan perusahaan. Layanan voice celullar berkontribusi sebesar 38,2%, kemudian diikuti pendapatan voice jaringan tetap dengan kontribusi sebesar 9,9%. Kontribusi lainnya sebesar 9,8% adalah dari interkoneksi, jaringan dan lain-lain.
Pendapatan data, internet dan layanan IT meningkat sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 menjadi Rp 24,1 triliun. Layanan Mobile Data berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar sebesar 34,2% dari Rp 10,5 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 14,1 pada tahun 2014. Sementara itu, layanan Fixed Broadband juga tumbuh sebesar 7,8% dari Rp 4,6 triliun menjadi Rp 4,9 triliun pada tahun 2014.
Dari sisi operasional, jumlah pengguna broadband mengalami peningkatan sebesar 12,1 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 71,3 juta pelanggan. pengguna layanan Fixed Broadband juga meningkat sebesar 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 3,4 juta pelanggan. Sedangkan jumlah pelanggan Telkomsel sebesar 9,1 juta sehingga total pelanggan Telkomsel per akhir Desember 2014 menjadi 140,6 juta pelanggan.
Dari data tersebut, terlihat kebutuhan masyarakat terhadap produk telekomunikasi terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat meski perekonomian Indonesia hanya tumbuh 5,02%, tetapi sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah sektor komunikasi yang tumbuh mencapai 10,02% sepanjang tahun 2014.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
