Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Ilustrasi
Dream - Jengah dengan cengkraman perusahaan sosial media yang mengambil porsi pengiklan, media raksasa dunia mulai melakukan serangan balik. Lewat Dubbed Pangaea, kini Google, Facebook, Twitter, dan Linkedin harus pasang hati-hati.
Dubbed Pangaea nantinya akan menghimpun audiens dalam satu tempat dan disebar ke situs-situs media tersebut hanya dengan satu transaksi.
Mengutip businessinsider, Kamis, 19 Maret 2015, media raksasa dunia yang sudah memutuskan bergabung diantaraya The Guardian, CNN International, Financial Times, Reuters, dan The Economist. Gabungan media ini menawarkan 110 juta pembaca di seluruh dunia.
Pangaea merupakan istilah dari wilayah yang terbentuk 300 juta tahun lalu. Perlahan-lahan daratan ini terpecah sekitar 100 juta tahun ketika dinausaurus mulai mengisi bumi.
Dijadwalkan, Pangaea versi beta akan mulai meluncur pada April 2015. Menggandeng Rubicon Project sebagai platform yang menyebarkan iklan para klien.
Proyek Pangaea ini akan dikelola dalam sebuah tim terpusat melibatkan perwakilan dari perusahaan media yang terlibat.
Nantinya, Pangaea yang sudah beroperasi penuh akan dikelola secara mandiri oleh sebuah tim sales terpisah.
Dalam keterangan tertulisnya, The Guardian yang memimpin proyek ini mengatakan pengguna Pangaea tak cuma mendapatkan skala publik yang lebih luas tapi juga pembaca premium.
The Guardian mengklaim, 1 dari 4 dari 110 juta pelanggan media raksasa ini merupakan segmen pembaca dengan pendapatan besar. Semntara seperlimanya berada di level eksekutif manajer senior.
Kalangan media saat ini memang tak bisa mengalahkan kedigdayaan media sosial dalam upaya menjangkau pengiklan. Facebook saat ini memiliki tak kurang 1,4 miliar pengguna aktif per bulannya.
Angka ini tentu jauh lebih besar dibandingkan pembaca setia sebuah media. Ambil contoh The Guardian yang hanya memiliki 43 juta pengunjung aktif setiap bulannya. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas