6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Jelang pengumuman hasil pertemuan The Fed, pelaku pasar dilanda kecemasan. Alhasil, indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendekam di zona negatif.
Pasar bertambah khawatir karena asing masih terus menjual sahamnya. Asing bahkan mencatat nett sell selama 8 hari berturut-turut. Investor menanti cemas keputusan The Fed terkait jadi tidaknya menaikkan suku bunga acuan.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tersungkur 1,163 poin (0,67%) ke level 171,829.
Kekhawatiran pelaku pasar sangat terasa karena ISSI sama sekali tak sanggup menyentuh zona hijau. ISSI justru jatuh ke posisi terendah di sesi penutupan.
Pelaku pasar yang mengambil posisi aman melepas 109 emiten syariah syariah. Dengan selektif, investor mengoleksi 63 emiten lainnya yang berujung pada kenaikan harga.
Aksi jual beli saham syariah kali ini melibatkan 29,55 miliar saham senilai Rp 3,35 triliun.
Tekanan cukup hebat melanda saham-saham bluechips syariah. Lebih dari separuh penghuni Jakarta Islamic Index (JII) bahkan terseret masuk zona merah.
Indeks JII sore ini menutup perdagangan dengan melemah 6,367 poin (0,88%) ke level 718,317 atau posisi terendahnya sepanjang perdagangan.
Kecemasan pelaku pasar menyeret 18 emiten bluechips syariah ke zona merah. Beruntung masih ada 9 emiten yang bergerak menguat.
Aksi tiarap pelaku pasar jelang pengumuman The Fed juga menggusur Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 26,002 poin (0,48%) ke level 5.413,151.
Lantai bursa relatif sepi dari aksi jual beli karena hanya mencetak angka Rp 4,87 triliun dengan 50,62 miliar saham yang berpindahtangan.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei dan Hang Seng justru bergeral menguat masing-masing 0,55 persen dan 0,91 persen.
Sementara kurs rupiah terus melawan pelemahannya dengan menguat 27 poin (0,20%) menjadi 13.153 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya