Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah bermimpi bisa membangun pembangkit listri 42 ribu mega watt dalam 5 tahun ini. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diharapkan bisa merealisasikan mimpi tersebut.
Menurut Direktur Utama PT PLN Sofyan Basyir, PLN hanya bisa memenuhi target pembangkit listrik sebesar 14 ribu MW, sementara sisanya, 28 ribu MW akan dibangun pihak swasta melalui IPP PLN.
“ Transmisi akan dibangun 42.000KM dengan gardu induk lebih kurang sekitar hampir seribu di lokasi,” kata Sofyan seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu, 18 Maret 2015.
Mengenai jumlah investasi, mantan Dirut Bank BRI itu menyebutkan, kebutuhan investasi untuk 5 tahun ke depan yaitu sebesar Rp608 triliun untuk PLN dan oleh swasta sekitar Rp580 triliun. Total investasi untuk infrastruktur PLN ini ke depan, lanjutnya, bisa mencapai Rp1.100 triliun lebih.
“ Untuk tahun berjalan ini mudah-mudahan kami akan bisa melaksanakan kontrak lebih kurang sebesar 10.000 megawatt sampai Desember ini, berarti tentunya investasi yang ditanamkan sangat besar sekali,” ujar Sofyan.
Sofyan menambahkan Presiden Jokowi memintanya untuk memperhatikan local content untuk membangun pembangkit tersebut sehingga tidak banyak barang impor.
“ Mudah-mudahan local content ini kami sudah persiapkan dan sudah masuk di dalam kontrak-kontrak perjanjian kerjasama dengan IPP,” jelas Sofyan.
Adapun mengenai penyebarannya, tambah Sofyan, total jumlah pengembangan pembangunan pembangkit 35.000MW ini, yaitu dari mulai Sumatera lebih kurang hampir 9.000MW, di Jawa 20.000 MW, Kalimantan hampir 2.000 MW, Sulawesi 2.700 MW, Nusa Tenggara 700 MW, Maluku 300 MW, Papua 350 MW.
“ Jadi, yaitu total seluruhnya adalah 35.529MW untuk seluruh Indonesia,” ujar Sofyan.
Sofyan menyatakan untuk tahun 2016 akan dibangun yaitu 2 tahun proses pembangun, antara 2 dan 3 tahun — yaitu sekitar 2,2 Gigawatt, di 2017 sebanyak 5,7 Gigawatt, tahun 2018 ada 8,6 Gigawatt, dan 2019 19 Gigawatt yaitu lebih kurang total 35 Gigawatt.
“ Itu yang pembangunan baru selain FTP I yang akan dilaksanakan untuk penyelesaiannya di akhir tahun ini lebih kurang sekitar 7.000 Megawatt. Jadi total keseluruhan adalah 42.000 MW,” jelas Sofyan.
Menurut Sofyan, yang sudah tahap konstruksi di PLN ada 4.000, di IPP ada 3 .000 W, yang sudah committed 2.900 MW PLN dan 4.000 IPP.
Dalam proses pengadaan di PLN, lanjut Sofyan, ada sudah 2.200 MW, di IPP sudah ada 11.000 MW, dan dalam perencanaan, di PLN 5.000 MW dan di IPP 9.600 MW.
“ Jadi total keseluruhan perencanaan lima tahun ke depan adalah 42.000 MW,” tutupnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya